Kandungan Gizi Mentik Wangi Susu

InformasiI Nilai Gizi ( % ) Mentik Wangi Susu :

Air

11,49 %

Kalori ( kal / 100 gr )

348,97 %

Abu

0,51 %

Amilum

65,27 %

Lemak

1,34 %

Amilosa

16,97 %

Protein

9,78 %

Amilopektin

48,37 %

Serat Kasar

0,46 %

Logam Berat ( Hg, As, Pb, Cd )

Karbohidrat

76, 41 %

Sumber  : LSMPP PERSADA Jogjakarta dan Lab. Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM

Kegunaan Beras Mentik Wangi Susu :

  •  Menurunkan kadar gula darah
  • Sangat baik untuk penderita Diabetes Militus (DM) dan hipertensi
  • Penyembuhan alami
  • Memperlancar BAB

Teknik Budidaya Mentik Wangi dan Mentik Susu

  • Pengolahan tanah

Pada prinsipnya pengolahan tanah adalah pemecahan bongkahan-bongkahan tanah sawah sedemikian rupa hingga menjadi lumpur lunak dan sangat halus serta ketersediaan air. Bila air dalam areal penanaman cukup banyak maka makin banyak unsur hara dalam butiran tanah yang lunak dan halus atau sering disebut koloid yang dapat larut, sehingga berakibat makin banyak unsur hara yang dapat diserap akar tanaman. Oleh karena itu, bila pengolahan tanah sawah makin sempurna, maka makin halus tanah tersebut sehingga jumlah koloid tanah makin banyak. Akibatnya unsur hara yang terikat akan makin banyak sehingga tanah makin subur.

Langkah awal pengolahan sawah yaitu memperbaiki pematang sawah dengan meninggikan dan menutup lubang-lubang yang ada di pematang sawah (istilah jawa “ tembok “ ). Selanjutnya tanah dibajak menggunakan traktor atau tenaga sapi atau kerbau. Tujuan pembajakan adalah untuk pembalikan tanah, memberantas gulma, hama penyakit terbawa tanah, serta membenamkan dan mnguraikan biji-biji padi yang tertinggal dalam tanah. Menurut pengalaman petani padi organik, cara pembajakan secara tradisonal dengan kerbau memberikan hasil lebih baik karena mata bajak tradisional akan lebih dalam masuk ke dalam tanah sehingga pengolahan menjadi lebih sempurna. Tingkat kedalaman pengolahan tanah ada hubungannya dengan produktivitas seperti tamapak pada tabel.

Tabel 1. Pengaruh Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Hasil Panen

Kedalaman Pengolahan Tanah ( cm )

Hasil Panen ( gr / rumpun )

8

12,4

12

18,2

16

20,8

20

23,2

24

26,4

28

27,9

32

27,5

Sumber :  Siregar, 1987 dalam Handoko, 2002

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa makin dalam pengolahan tanah maka makin bagus produktivitas padinya. Namun pada kedalaman tertentu yaitu 32 cm hasilnya justru menurun. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan top soil yang merupakan lapisan tanah subur memang terbatas. Pengolahan tanah terbaik adalah pada kedalaman sekitar 30 cm. Setelah dibajak dibiarkan selama seminggu dalam keadaan tergenang air agar proses pelunakan tanah berlangsung sempurna.

  • Persiapan Bibit

Tidak semua varietas padi cocok untuk dibudidayakan secara organik. Padi hibrida kurang cocok ditanam secara organik karena diperoleh melalui proses pemuliaan di laboratorium. Walaupun merupakan varietas unggul tahan hama dan penyakit tertentu, tetapi umumnya padi hibrida hanya tumbuh dan berproduksi optimal bila disertai dengan aplikasi pupuk kimia dalam jumlah banyak. Tanpa pupuk kimia, padi tersebut tidak akan tumbuh subur dan berproduksi optimal.

Varietas padi yang cocok ditanam secara organik hanyalah jenis atau varietas lokal atau alami tanpa rekayasa genetik seperti rojolele, mentik wangi susu, dan pandan wangi.

Kebutuhan benih mentik wangi susu dengan model SRI adalah 5-10 kg per hektar lahan. Benih sebelum disemai diuji dalam larutan air garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung. Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut.

  • Penanaman

Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 10 – 15 hari setelah semai. Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (Jawa.) atau kondisi tanah yang basah tetapi bukan tergenang.

Pada metode SRI digunakan sistem tanam tunggal, yaitu satu lubang tanam diisi satu atau dua bibit padi. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2 – 3 cm dengan bentuk perakaran horizontal (seperti huruf L).

Jarak tanam yang digunakan dalam metode SRI adalah dengan jarak tanam sistem tegel, misalnya 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm dan jarak tanam sistem Jajar Legowo 2:1 atau 4 : 1 seperti yang tertera dalam gambar 11 dan 12. Sitem Jajar legowo 2:1, artinya setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan. Jajar Legowo 2 : 1 (40 cm x (20 cm x 10-15 cm)) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 15 cm tergantung dari kesuburan tanahnya.

Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm, menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. Pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22 cm x 22 cm, jarak tanam dalam barisan 12, 5 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm, jarak tanam dalam barisan 15 cm.

Sedang Jajar legowo 4:1, artinya setiap empat baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Tujuan dari cara tanam jajar legowo adalah :

1.      Memanfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir.

2.      Tanaman relatif aman dari serangan tikus, karena lahan lebih terbuka.

3.      Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban dibandingkan dengan cara  tanam biasa.

4.      Populasi tanaman bertambah sesuai tipe jajar legowo yang digunakan

5.      Pemupukan lebih effisien.

6.      Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan dari pada cara tanam biasa.

Semakin lebar jarak tanam, semakin meningkat jumlah anakan produktif yang dihasilkan oleh tanaman padi. Penyebabnya, sinar matahari bisa mengenai seluruh bagian tanaman dengan lebih baik sehingga proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman terjadi dengan lebih optimal. Jarak tanam yang lebar ini juga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi, oksigen dan sinar matahari secara maksimal.

Pengolahan Tanah Ringan

Pengolahan tanah ringan atau penyiangan pertama dilakukan pada umur 15-20 hari setelah tanam dengan  menggunakan alat “ sosrok “ ( istilah jawa ), yaitu semacam garpu kayu bergigi paku yang sudah ditumpulkan selebar 15 cm dan bertangkai. Ujung sosrok diarahkan ke tanah di sekitar tanaman dan ujung lainnya dipegang petani. Dengan gerakan maju mundur sambil sedikit ditekan, tanah di sela tanaman akan menjadi gembur oleh ujung sosrok. Bila setelah penyiangan pertumbuhan padi tampak tidak merata maka dilakukan penambahan pupuk majemuk agar pertumbuhan vegetatif padi optimal beranak banyak dan berbatang kuat. Padi umur 30-35 hari dilakukan penyiangan kedua, bila padi tumbuh segar, hijau dan batangnya kokoh maka setelah penyiangan tidak perlu dilakukan pemupukan tambahan

Pemupukan Setelah Tanam

Pada umumnya budidaya padi organik tidak menggunakan pupuk kimia. Seluruh pupuk yang digunakan berupa pupuk organik, mulai dari pemupukan awal atau dasar hingga pemupukan susulan. Pupuk tersebut dapat berbentuk padat yang diaplikasikan lewat akar maupun cair yang diaplikasikan lewat daun. Kalau seperti ini dilakukan terus menerus, maka produktivitasnya akan rendah. Padahal secara garis besar untuk produktivitas tanaman membutuhkan unsur hara dari berbagai sumber, yaitu :

1.      Kandungan unsur hara alamiah tanah setempat. Tanah secara alami telah mengandung lengkap unsur hara yang diperlukan oleh tanaman

2.      Pemberian pupuk an-organik/kimia ( terutama unsur makro ). Pada tanah-tanah yang normal ( tidak rusak ) sebenarnya hanya membutuhkan pupuk kimia +  30 % hingga 50 % saja dari rata-rata dosis rekomendasi sekarang

3.      Pemberian pupuk organik (terutama unsur mikro). Dengan memperhatikan kondisi tanah pertanian di Indonesia, ternyata masih terdapat sisa deposit unsur makro dari timbunan sisa pupuk kimia yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Di sinilah peran sebenarnya pupuk organik, yang salah satu fungsinya bisa melarutkan sisa-sisa residu pupuk kimia.

Melihat kebutuhan unsur hara untuk produktivitas tanaman tersebut, maka pemupukan yang dilakukan maka harus seimbang antara unsur makro dan unsur mikro atau biasa kita sebut umak umik. Unsur hara makro ( umak ) seperti C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S, sedang unsur hara mikro seperti Fe, Cl, B, Mn, Na, Zn, dan Cu. Biasanya unsur hara ini dikenal dengan unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain. Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan atau menggantikan satu sama lainnya. Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus sendiri-sendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

  • Pengelolaan air

Proses pengelolaan air dan penyiangan dalam metode SRI dilakukan sebagai berikut :

  1. Ketika padi mencapai umur 1-8 hari sesudah tanam (HST), keadaan air di lahan adalah “macak-macak”, agar transfer oksigen ke tanah terus berjalan dan aman dari gangguan keong emas.
  2. Sesudah padi mencapai umur 9-10 HST air kembali digenangkan dengan ketinggian 2-3 cm selama 1 malam saja. Ini dilakukan untuk memudahkan penyiangan tahap pertama.
  3. Setelah selesai disiangi, sawah kembali dikeringkan sampai padi mencapai umur 18 HST.
  4. Umur 19-20 HST sawah kembali digenangi untuk memudahkan penyiangan tahap kedua.
  5. Selanjutnya setelah padi berbunga, sawah diairi kembali setinggi 1-2 cm dan kondisi ini dipertahankan sampai padi “masak susu” (± 15-20 hari sebelum panen).
  6. Kemudian sawah kembali dikeringkan sampai saat panen tiba.

Teknik Budidaya Padi Lokal Pandanwangi

Teknik budidaya padi lokal pandanwangi dengan pendekatan PTT merupakan salah-satu strategi dalam meningkatkan produksi, pendapatan petani, kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.

1.    Varietas unggul lokal pandanwangi

Varietas padi yang digunakan adalah varietas padi local Pandanwangi yang telah dilepas dan dikembangkan melalui penangkaran benih padi lokal Pandanwangi yang dikelola dan diproduksi oleh Ikatan Penangkar, Pedagang Benih (IPPB) Citra Sawargi tingkat Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

2.   Persemaian

  1. Siapkan persemaian seluas 4% dari luas pertanaman
  2. Persemaian tidak boleh tergenang
  3. Sebelum bibit disebar dilakukan perendaman menggunakan larutan garam
  4. sebanyak 3%
  5. Benih yang digunakan adalah benih yang tenggelam
  6. Penanaman bibit muda 10-20 hari setelah sebar
  7. Tanam 1-2 batang/rumpun Cara ini akan menghemat penggunaan benih hingga 50%

3.   Penanaman bibit.

  1. Tanam pindah dengan menggunakan caplak (sisem tegel/sistem legowo).
  2. Jarak tanam 27×27 cm atau 30×30 cm

4.   Penggunaan bahan organik

Bahan organic yang dapat digunnakan antara lain adalah limbah hortikultura, jerami,  sekam dan sampah organik lainnya dengan dosis 2 ton/hektar setiap 2 tahun sekali

5.   Pemupukan

Penggunaan pupuk dilakukan pada :

a. Umur 0-7 hari diberi dosis pupuk Urea 25 Kg, NPK Phonska 50 Kg, dan pupuk organik 1-2 ton (Pupuk hayati sebanyak 2 Lt dengan cara disemprotkan) pemberian pupuk tersebut sebagai pupuk dasar.

b. Umur 30 hari diberi dosis pupuk Urea 25 Kg,  NPK Phonska 50Kg, dan Pupuk hayati 1 Lt sebagai pemebrian pupuk pertama

c. Umur 30 hari dengan dosis 25 Kg Urea, 50 Kg NPK Phonska, dan Pupuk hayati 1 Lt sebagai pemberian pupuk kedua

d. Umur 45-60 hari diberikan pupuk hayati sebanyak 2 Lt untuk pemupukan terakhir

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Kami mempersilakan jika ada yg berkeinginan mendatangi sawah padi ramah lingkungan yg dijalankan beberapa petani di Sawangan dan Trucuk. Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani Beras Sehat.

Cara Memasak Beras Hitam

Mengingat kandungan gizi beras hitam lebih baik dari beras putih dan beras merah, pemanfaatan beras hitam perlu digalakkan dalam rangka mengatasi gizi buruk. Beras hitam dapat diolah melalui berbagai cara, dari yang sederhana sampai yang canggih. Cara sederhana adalah memasak beras hitam menjadi nasi. Sedangkan cara yang menggunakan teknologi tinggi adalah mengolahnya menjadi bubur/susu sereal untuk sarapan, minuman, kue, biskuit, dan panganan lain. Ketika memasak beras hitam, tambahkan air 1/4-1/2 cup air lebih banyak untuk setiap cup beras hitam dibanding saat Anda memasak beras putih. Jangan gunakan ukuran yang sama dengan beras putih ketika Anda memasak beras hitam, karena akan membuat nasi merah Anda akan menjadi keras dan terasa belum matang.

Cara memasak beras hitam menjadi nasi lezat:

  • Pertama ambil beras dengan mangkuk makan (mangkuk makan china), setiap mangkuk beras akan menjadi 2 mangkuk nasi.
  • Masukan beras kedalam panci, lalu masukan air kemudian bilas, aduk beras dan air remas remas perlahan lahan.
  • Buang air cucian beras yang putih atau buram lakukan hal ini 3 sampai 4 kali hingga air beras jernih.
  • Kemudian masukan air sampai 1 1/2 cm dari beras, 1/2- 3/4 buku ujung jari telunjuk, bisa juga dengan menapakan tangan di beras bila air mencapai 1/2 ketebalan dari tapak tangan dari dasar beras.
  • Diamkan sampai 30 menit agar beras tersebut menyerap air yang cukup(ideal nya antara 30 menit sampai satu jam) jangan lebih dari satu jam karena beberapa jenis beras akan rapuh dan hancur. Ada juga cara dengan mengangin- anginkan/ mendiamkan beras yang habis di cuci/ bilas setelah di buang air pembilasan, selama 15 menit kemudian baru menambahkan air.
  • Tutup panci dan masak dengan api sedang. Kecilkan api saat sudah mulai mendidih dan muncul uap. Masak selama 12 menit.
  • Matikan api dan biarkan panci tersebut hingga 10 menit.
  • Buka tutup panci dan aduk nasi dengan sendok nasi atau sendok besar. Jangan terlalu banyak diaduk.

Bila anda menggunakan rice cooker anda bisa memasukan beras dalam wajan (mangkuk besar) rice cooker dan menggunakan langkah ke 1-5 lalu lanjutkan dengan menyalakan rice cooker. beras hitam akan menghasilkan warna nasi yang serupa dengan warna berasnya

Beras Hitam Kaya Serat dan Indeks Glikemik Rendah

Berikut ini adalah tabel mengenai komposisi gizi berbagai beras dalam 100 gram yang diambil dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia pada tahun 2009. Sesuaikan kebutuhan jenis beras yang anda konsumsi dengan kebutuhan harian dan aktivitas anda. 

Tabel 1. Komposisi Gizi Berbagai jenis Beras yang ada di Indonesia

No

Nama bahan

Energi (kkal)

Protein (gram)

Karbohidrat (gr)

Lemak (gram)

Serat (gr)

1

Beras hitam

351

8

1,3

76,9

20,1

2

Beras putih

357

8,4

1,7

77,1

0,2

3

Beras merah

352

7,3

0,9

76,2

0,8

4

Beras ketan putih

361

7,4

0,8

78,4

0,4

5

Beras ketan hitam

360

8

2,3

74,5

1

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani Beras Sehat.

 

Kandungan Gizi Beras Hitam

Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Berbagai studi menunjukkan bahwa antioksidan antosianin dapat mengurangi kadar kolesterol lowdensity lipoprotein (LDL), atau kolesterol jahat di dalam darah dan dapat membantu memerangi penyakit jantung. Penelitian mengenai kandungan nutrisi beras menunjukkan bahwa beras hitam mengandung zat besi sebesar 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis. Tingginya kandungan zat besi menjadikan beras hitam sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita anemia.

Beras hitam mengandung sedikit protein, namun kandungan besinya tinggi yaitu 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis yang kandungan besinya berkisar antara 2,9-4,4 ppm. Beras hitam juga indek glikemiknya rendah <55 sehingga cocok untuk penderita diabetes.

Berdasarkan indeks glikemik, makanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah (indeks glikemik <55), makanan dengan indeks glikemik sedang (indeks glikemik antar 55-75) dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (indeks glikemik >75) 23.Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Indeks glikemik beras hitam adalah sekitar 42,3±9,0, sedangkan indeks glikemik dari beras putih adalah 82,3±3,1.

Berdasarkan kelompok tersebut beras hitam termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah dan beras putih termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak bagus untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang mengalami gangguan keseimbangan kadar gula darah.

Zat besi dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Pengkayaan zat besi pada beras untuk mengatasi anemia yang dewasa ini digalakkan tampaknya perlu mulai berpaling pada  beras hitam atau beras merah.

Tabel 1. Hasil analisis nutrisi beras hitam

Nutrisi Beras Hitam
Pati (%)
Amilosa (%)
Amilopektin (%)
Bheta caroten (mg/100 gr)
Antosianin (ppm)
75,5158
22,9728
51,5429
804,5429
393,928

Beras hitam mempunyai beberapa keunggulan yaitu selain nasinya lunak dan wangi juga nasinya pulen karena kadar anilosanya mendekati 22%. Menurut Soemantri et al., 2005, kadar anilosa antara 20%-22% termasuk padi yang mempunyai nasi pulen. Selain kepulenan, ada keistimewaan lain bahwa beras hitam ini memiliki kandungan Betha caroten dan antosianin yang cukup tinggi. Betha caroten dan antosianin ini merupakan jenis yang paling potensial dalam melarutkan radikal bebas. Ada beberapa sumber antioksidan alami yaitu vitamin E, vitamin C, antosianin dan Betha-caroten (http ://forlima-wordpress.com.2008). Riset menunjukkan, warna beras kian gelap, pigmen anti penuaan di lapisan luar beras kian menonjol. Sudah tentu, peran pigmen beras hitam adalah paling baik diantara berbagai jenis beras berwarna, yang disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi, sehingga warna ungu pekat mendekati hitam.

Warna hitam pada beras adalah zat warna antosianin yang merupakan pigmen tanaman dan merupakan komponen flavanoid yaitu turunan polifenol pada tumbuhan yang memiliki kemampuan antioksidan dan anti kanker. Selain berfungsi sebagai antioksidan, kegunaan lain pada flavanoid adalah meningkatkan air susu ibu. Beras hitam mengandung asam folat lebih tinggi dibanding beras putih. Hal ini juga membuat beras hitam unggul dalam memperlambat proses berkurangnya daya ingat dan dapat menyingkirkan sumbatan pembuluh darah pemicu serangan stroke dan jantung koroner.

Kandungan serat makanan yang relatif tinggi (diatery fiber) sangat baik bagi pencernaan sehingga dapat mencegah sembelit. Kandungan serat yang tinggi juga membuat kita lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Dengan mengkonsumsi beras hitam menyebabkan indeks gula darah lebih rendah dibanding beras biasa. Rendahnya indeks gula dalam darah menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah lebih lambat dibanding dengan kentang atau roti sehingga dapat menjaga kestabilan jumlah energi dan akhirnya dapat mengendalikan diabetes. Oleh karena itu, penderita penyakit kencing manis, pembuluh darah dan jantung dapat mengkonsumsi beras hitam ini sebagai makanan penyehat badan. Informasi hasil penelitian para ahli yang lain, beras hitam mempunyai khasiat meningkatkan ketahanan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah dan mencegah anemia.

Berdasarkan hal-hal tersebut mari kita mulai mengkonsumsi beras hitam yang penting untuk kesehatan sekaligus sebagai usaha pelestarian plasma nutfah padi beras hitam. Oleh karena kandungan senyawa yang dimiliki beras hitam tersebut maka beras hitam merupakan salah satu pangan fungsional yang perlu kita lestarikan. Pangan fungsional dapat diartikan sebagai pangan yang secara alami atau telah melalui proses tertentu mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan (Kristamtini).

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani Beras Sehat.

Teknik Budidaya Beras Hitam

Berikut adalah  tahapan teknik budidaya Beras Hitam.

 a.  Pembuatan Persemaian

–    Lahan persemaian merupakan lahan yang sebelumnya diberakan satu musim tanam

–    Lahan  diolah  dengan  dibajak  dua  kali,  dan  digaru  satu  kali,  sehingga tercapai tingkat pelumpuran yang baik

–    Lima hari sebelum pengolahan tanah terakhir dilakukan aplikasi herbisida pra tumbuh sebagai upaya sanitasi benih-benih voluntir

–    Pada saat  pengolahan  lahan terakhir  dibuat  bedengan persemaian  dengan tinggi 5-10 cm, lebar 100-120 cm, dengan panjang sesuai dengan kebutuhan

–    Benih dari masing-masing malai ditebar pada petakan yang terpisah dengan jarak antar petakan 40 cm. Dapat juga disebar terpisah pada keranjang/besek dan  tiap  malai  disebar  pada  keranjang  yang  terpisah  serta  diletakkan  di tempat yang aman.

–    Persemaian  dipupuk  dengan  urea,  SP  36  dan  KCl  dengan  dosis  masing- masing 15 gram/m2 , pemberian air irigasi dan pengendalian hama atau atau penyakit tanaman dilakukan secara optimal

b.   Pengolahan tanah

Lahan untuk pertanaman adalah lahan yang sebelumnya diberakan satu musim tanam. Lahan diolah sebaik mungkin dengan tahapan pekerjaan sebagai berikut :

•   Pengolahan tanah I, lahan diolah dengan bajak singkal satu kali, setelah itu selanjutnya  digenangi  air  selama  dua  hari,  kemudian  dikeringkan  selama tujuh hari

•   Pengolahan II, lahan hasil pengolahan tanah I dibajak ulang dengan rotary, untuk selanjutnya digenangi air selama dua hari, dan kemudian dikeringkan selama tujuh hari

•   Pengolahan tanah III, lahan hasil pengolahan tanah II digaru, diratakan dan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman yang ada(ratun dan gulma) selanjutnya pada saat 5 hari sebelum tanam dilakukan aplikasi herbisida pra tumbuh

•   Satu   hari   sebelum   tanam,   lahan   dikeringkan   untuk   mempermudah pembuatan jalur tanam (caplak)

c.   Tanam

•   Sebelum pelaksanaan tanam, disusun bagan/tata letak bahan tanaman pada petak pengujian

•   Bahan tanaman adalah bibit sehat yang  telah berumur  30-40 hari setelah sebar, yang berasal dari persemaian yang telah disiapkan

•   Bibit yang berasal dari satu varietas/galur ditanam 1 bibit per lubang tanam, dengan jarak 25 x 40 cm

•   Sisa  bibit  dari  masing-masing  varietas  disimpan  sebagai  dederan,  untuk digunakan sebagai bahan tanaman pada saat penyulaman

•   Petak percobaan diberi label nomor  petak dan nama  varietas  pada setiap ujung baris pertama dari setiap varietaas

•   Penyulaman dilakukan 20-30 hari setelah tanam dengan menggunakan bibit  sehat yang berasal dari dederan masing-masing varietas

•   Setelah penyulaman selesai dilakukan, bibit yang ada di dederan dibuang , agar tidak menjadi sumber inokulum hama dan penyakit tanaman

d.   Pemeliharaan Tanaman

•   Pada saat tanaman berumur 2-3 hari setelah tanam (hst), kondisi air tetap dipertahankan  dalam  keadaan  macak-macak.  Setelah  itu  sesuai  dengan tingkat   pertumbuhan   tanaman,   genangan   air   irigasi   secara   bertahap diusahakan mencapai 5 – 15 cm

•   Pemupukan dasar dilakukan segera   setelah tanam dengan dosis 100 kg/ha Urea, 100 kg/ha SP 36  dan 100 kg/ha KCl. Bersamaan dengan pemupukan dasar  tersebut  diaplikasikan  pula  insektisida  butiran  carbofuran  dengan dosis 18 kg/ha

•   Penyiangan I dilakukan secara manual dengan lalandak pada saat tanaman mencapai fase anakan maksimum

•   Setelah  penyiangan  I  selesai  dilakukan,  aplikasi  pupuk  susulan  pertama diaplikasikan dengan dosis 100kg/ha

•   Pada  saat  tanaman  mencapai  fase  primordia,  dilakukan  penyiangan  II dengan lalandak secara manual

•   Setelah  penyiangan  II  selesai  dilakukan  dilanjutkan  dengan  pemupukan susulan kedua dengan dosis 100 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KCl

•   Pengendalian  hama  dan  penyakit  dilakukan  secara  intensif  dengan  tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu

Cara Menyimpan Beras Merah

Simpan beras merah dalam kulkas atau wadah tertutup rapat, agar asam lemaknya tidak teroksidasi dan menjadi tengik. Kulit ari yang kaya glukosa juga menjadi makanan kutu jika beras tidak disimpan rapat. Dengan cara ini  beras akan tahan selama 6 bulan.

Nasi beras merah bisa disimpan di dalam kulkas selama 4-7 hari. Namun sebaiknya masaklah secukupnya saja. Penyimpanan yang tidak benar membuat nasi beras merah mudah ditumbuhi jamur yang bisa menyebabkan reaksi hipersensitif pada sebagian orang.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info produk Martani.

Cara Memasak Beras Merah dan Beras Hitam

Cara memasak beras merah/hitam sedikit berbeda dengan beras putih. Lakukan proses perendaman beras sebelum ditanak. Tambahkan air lebih banyak untuk mengaroni atau menanak nasi (jika menggunakan alat masak instan magic jar).

1. Takaran air lebih banyak dari beras biasa

Beras merah membutuhkan takaran air 2 kali lebih banyak daripada memasak beras putih. 1 gelas beras merah memerlukan air sebanyak 3-4 gelas dalam proses memasaknya hingga menghasilkan nasi yang pulen.

2. Campur dengan sedikit beras putih

Bagi anda yang masih asing dengan rasa beras merah, bisa menyiasatinya dengan menambahkan sedikit beras putih. Misalnya, 300 gram beras merah ditambahkan dengan 100 gram beras putih ketika memasaknya untuk menghasilkan tekstur dan rasa yang agak mirip nasi putih.

3. Rendam sebelum dimasak.

Rendam beras merah 30-60 menit sebelum dimasak untuk membantu beras lebih cepat lunak dan matang.

4. Masak dengan cara ditanak

Dengan cara ditanak, nasi yang dihasilkan terasa lebih pulen dan wangi dibandingkan menggunakan rice cooker. Atau bila anda menggunakan rice cooker, tambahkan waktu memasaknya karena beras merah lebih lama matang dibandingkan beras biasa.

 

Tips memasak lainnya :

Bahan :

375 ml beras merah organik, 1 liter air, daun pandan/salam, sedikit garam. Didihkan air, daun salam/pandan, dan garam dalam panci ukuran 2 liter di atas api sedang. Masukkan beras merah sedikit-demi sedikit, aduk rata beberapa menit. Tutup pancinya rapat-rapat, didihkan sampai beras agak lunak dan mekar. Angkat dan saring (sisa air digunakan untuk kaldu sup). Pindahkan ke dalam dandang atau rice cooker. Hasilnya lebih enak jika menanaknya dialasi daun pisang. Tanak sampai matang. Untuk 4 – 5 porsi

Catatan : bagi pemula, campur 2/3 bagian beras merah dan 1/3 bagian beras putih. Rebus dulu beras merah seperti di atas. Begitu beras merah mulai mekar, masukkan beras putih. Masak terus sampai air hampir habis, lalu ditanak seperti biasa. Untuk nasi tumis yang lebih gurih, tumis beras dengan 1-2 sdm minyak sayur sebelum direbus).

Cara yang lebih praktis untuk menanak nasi merah organik, adalah 200 gr beras merah pecah kulit, dicuci dengan air, tiriskan, masukkan ke dalam magic com, tambahakan 450 cc air mendidih lalu tanak. Waktu memasak memang lebih lama dibandingkan dengan beras biasa.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani.