Klepon Biru Bunga Telang

Klepon umumnya berwarna hijau dari pewarna daun pandan atau daun suji – enak harumnya daun pandan menambah aroma klepon.  Kami coba buat klepon biru dengan pewarna alami makanan bunga telang. Klepon biru cantik, sehat.

Ayo buat sendiri jajanan sehat untuk keluarga di rumah, Mommies. Seneng dong memori tentang makanan buatan sendiri diingat jauh sampai anak-anak besar kelak.

Pilih tepung ketan dan beras yg dibuat artisan, bukan produk masal pabrikan. Kenapa semua serba buat sendiri, serba artisan dan petani lokal? Bahan makanan yg diproduksi masal, dibuat di pabrik, tentunya menambahkan zat pengawet agar produk tetap dalam kondisi baik. Kalau kita punya pilihan mendapatkan tepungs lokal yg dibuat tanpa tambahan pengawet, jauh lebih baik untuk kesehatan.

Hindari penggunaan pewarna botol pabrikan, karena kita punya banyak tanaman yg bisa digunakan untuk pewarna cantik makanan. Bunga telang salah-satunya.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk pemesanan bunga telang kering (dan serbuk), aneka tepungs lokal, pemesanan jajanan sehat gluten-free (tanpa tepung terigu gandum impor).

Bahan:

Tepung Beras Ketan: 500 gr
Tepung Beras: 100 gr
Bunga telang kering: 5 gr
Garam: 1 gr
Kelapa: 150 gr
Gula Semut: 200 gr

Cara Membuat:

  • Campurkan rata tepung beras ketan dan tepung beras
  • Parut kelapa, buat santan kental dengan satu gelas air.
  • Rebus santan kental.
  • Masukkan bunga telang ke dalam panci santan. Aduk, api kecil, sampai mendidih dan warna biru dari bunga telang sudah melarut sepenuhnya. Taraaaa…. santan biru bunga telang siap digunakan. Diamkan sejenak sampai hangat kuku.
  • Tuang santan sedikit-sedikit ke dalam baskom tepung. Gunakan sendok untuk memastikan santan tercampur merata dengan tepung. Pastikan adonan menjadi kalis. Uleni sampai rata, tidak ada geruntulan tepung.
  • Ambil adonan, pipihkan, taburi gula semut, tutup bulatkan adonan tepung biru.
  • Masukkan bola-bola klepon ke dalam air mendidih. Tunggu sampai mengapung. Angkat perlahan, sliding digeser agar bulatan tidak pecah, beradaptasi antara suhu panas dengan suhu ruangan.
  • Baluri parutan kelapa.

1 butir kelapa ukuran sedang 350 -450 g, dibagi 4 untuk mendapatkan santan dan parutan kelapa untuk baluran klepon.

 

Brownies Gluten Free Martani

Brownies Gluten-Free

Bahan: Telur Ayam (3 butir), Gula Semut (100 gram), Tepung Mokaf (125 gram), Maizena (1 sdm), Bubuk Coklat (15 gram), Minyak (5 sdm), Dark Chocolate (150 gram), Kacang Mete (20 gram)

Jumlah Kalori per Sajian: 350 kkal

Cara Pembuatan

Kocok telur beserta gula. Campurkan tepung, coklat bubuk, telur, dan gula. Cairkan dark chocolate beserta minyak, tunggu dingin lalu masukan kedalam adonan tepung. Kocok sampai tercampur rata. Oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius. Resep tersebut mampu untuk membuat 6 sajian brownies.

Cake Pisang Gluten Free

Cake Pisang Gluten-Free.

Bahan: Telur  (3 butir), Gula Pasir (100 gram), Kayu Manis (1/4 sdt), Minyak Kelapa (5 sdm), Tepung Beras (125 gram), Pati Jagung (1 sdm), Baking Powder (1/2 sdt), Pisang (250 gram), Susu Kental Manis (1 sachet)

Jumlah Kalori per Sajian: 150 kkal

Cara Pembuatan

  • Telur, gula, kayumanis, dan minyak kelapa dikocok hingga mengembang.
  • Siapkan tepung beras, maizena, baking powder dalam satu wadah.
  • Lumat pisang beserta susu kental manis.
  • Campurkan adonan pisang ke dalam adonan telur kemudian masukan adonan tepung.
  • Panaskan adonan dalam oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius.

Rumah Tepung Lokal di Joglo Rasa Ambarketawang Jogjakarta

Apa siapa Rumah Tepung Lokal?

Sekumpulan anak muda yg berkarya di bidang pengembangan tepung lokal. Setiap hari Kamis, mereka berkumpul di Joglo Rasa Ambarketawang. Silakan datang bergabung. Bawa cerita mu seputaran tepung lokal. Detil info kontak Fadly 0852.6451.2798.

Siapa Mereka di RTL

Beberapa sudah lulus jadi sarjan. Beberapa masih berstatus kuliah. Beberapa tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Ini cuplikan obrolan sampai RTL kemudian terbentuk.

Anak-anak muda ini sering nongkrong di Pawon Martani Training Center di Tulung, Kalasan. Sebut saja Food for Nation (FFN). Fanpage facebook FFN https://www.facebook.com/Food-For-Nation-438014632996675/?fref=ts. Ada lagi salah-satu pendiri Fresh Okara yg bergerak di bidang pengolahan kedelai lokal menjadi sari kedelai dan cookies kedelai. RollnRoll yg walau mahasiswa tapi sudah memulai bisnis kuliner.

Membawa keresahan kenapa petani kita tidak sejahtera. Secara mereka juga anak dari petani dari berbagai pelosok Nusantara. Kenapa setelah lulus kuliah, sibuk mencari kerja di bank atau perusahaan besar, yg ilmu di bangku sekolah malah tidak digunakan. Kenapa tepung lokal tidak banyak dikenal orang sedangkan tepung terigu gandum impor berlimpah. Kenapa banyak orang yg tidak mampu mencerna gluten kesulitan mendapatkan aneka tepungs lokal. Kenapa beras kebanyakan diolah menjadi nasi dan menjadi makanan pokok untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Dan banyak kenapa lainnya.

Kesukaan berkuliner, eksperimen dengan makanan lokal adalah bonding yg kuat diantara kami.

Mas Awe in action dengan ice cream buah naga. Di RTL bukan hanya olahan tepung yg bisa ditemukan. Orang yg mendalami es krim dan olahan dairy lainnya, ada juga.

Publié par Martani Beras Sehat sur mercredi 27 septembre 2017

Nih RTL-ers …

Kegiatan RTL

Ngobrol jagongan rutin kami lakukan. Capek ngobrol, kami langsung berpraktek mengolah tepungs lokal menjadi panganan sehat.

n

Cookies dan Gorengan

Sepuluh orang ditanya, tepung apa yg anda ketahui? Kebanyakan menjawab tepung terigu. Terbuat dari apa tepung terigu? Kecil sekali persentase yg mampu menjawab gandum sebagai asal terigu. Dimana gandum ditanam, darimana asalnya, bagaimana pengolahannya.

Resep banana cup cake bisa dilihat di artikel terpisah berikut …

.

.Aneka jenis cookies bisa dibuat dari tepungs lokal. Takaran setiap tepung dan jenisnya disesuaikan dengan rasa dan tekstur yg ingin ditampilkan. Nah di RTL inilah, beberapa anak muda terus bereksperimen menemukan formula yg pas.

Bakwan tepung lokal bebas gluten. Disebut bebas gluten karena memang buatnya nih bakwan gak pake tepung terigu yg mengandung gluten. Pakenya campuran tepungs lokal, yaitu mokaf, tepung beras dan tepung ganyong (tepung ganyong bisa diganti dengan tepung garut). Isian bakwan ditambahkan bunga telang, itu si biru bunga cantik yg biasa dipakai pewarna makanan, sekaligus juga bisa dimakan.

Tuh sudah dituliskan bahan campuran tepung untuk molen. Silakan diikuti.

Cokorol banana adalah pisang yg dibalut dengan kulit lumpia coklat. Uniknya kulit lumpia tidak dibuat dari tepung terigu tapi campuran antara mokaf, tapioka, beras dan garut.

Kalau mau tepung racikan yg sudah siap saji, datang saja ke RTL di Joglo Rasa Ambarketawang. Atau kontak Najib 0857.2666.3426.

 

 

Pelatihan Pengolahan Tepung Lokal Produk Pertanian Kulonprogo

Pelatihan Pembuatan Tepung beririsan dengan kegiatan Pengenalan BPJS Ketenagakerjaan (dulunya Jamsostek). Among Rasa Menoreh (ARM) menjadi host kegiatan ini, sedangkah pelatihan dilaksanakan oleh Fahmi dan Najib dari Food for Nation (FFN). Pelatihan tahap awal dilaksanakan di Desa Banjararum dan Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo, Minggu 16 Juli 17.

ARM melihat banyaknya produk petani lokal yg berlimbah dan dihargai murah, terutama saat musim panen. Pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi akan memberi nilai ekonomi yg bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. ARM akan membantu memasarkan produk masyarakat yg diproduksi dengan cara baik dan bahan dasar produk pertanian setempat yg berlimpah.

Lokasi Pertemuan #1: Rumah Bu Erna, Banjararum.

Acara dimulai pukul 10.10. Peserta yg hadir 15 orang ibu-ibu dan remaja.

Dimulai dengan pembukaan oleh Mbak Erna. Yusup, menjelaskan tentang tujuan kegiatan dan perkenalan setiap peserta yg hadir. Fahmi dan Najib dari FFN melanjutkan dengan presentasi cara pembuatan aneka tepung dari umbi lokal dan diskusi seputaran pangan sehat dan pengolahannya.

Diskusi bergulir bebas seputaran harga umbi dan tepung lokal, potensi beberapa umbi yg ternyata punya nilai ekonomi tinggi seperti porang (atau iles-iles) yg saat ini belum diolah. Ibu-ibu bersemangat setelah ditunjukkan harga sebuah umbi suweg di Tokopedia, 350 ribu. ‘Saya jual 100 ribu, ibu mau beli?’, komentar seorang peserta.

Seorang ibu yg sering membantu kakaknya membuat slondok, berbagi pengalaman soal aneka rasa slondok. Penambahan bawang menjadikan slondok produksinya berbeda. Selalu habis tidak ada stok karena memenuhi pesanan orang yg tinggal di Jakarta, tambahnya.

Seorang ibu pembuat jamu kunyit tertarik dengan ide mengemas aneka jamu dalam bentuk kering, instan siap seduh. ‘Teh celup kunyit jahe, wah saya mau coba itu’.

Beras sehat untuk semua.

Mas Mika diminta ibu-ibu untuk memperkenalkan diri lebih jauh terkait BPJS Ketenagakerjaan. Peserta antusias mendengarkan, beberapa bahkan bertanya bagaimana cara mendaftarkan diri.

Nasi biru bunga telang semur jengkol.

Mencicipi nasi kucing biru bunga telang dengan lauk sayur gori buatan Bu Solih dari Warung Martani Tulung Kalasan. Serabi hijau serbuk katuk dan serbuk kelor juga dihidangkan. Aneka hidangan berbahan dasar lokal ini diharapkan menjadi inspirasi peserta tentang hasil akhir aneka tepung yg nantinya akan mereka produksi.

Pertemuan berikutnya rencananya akan dilaksanakan tgl 24 Juli pukul 3 sore di rumah Mbak Erna. Praktek pembuatan tepung suweg dan teh celup jamu kunyit. Peserta adalah kelompok yg ini ditambah 20 orang dari PKH – Program Keluarga Harapan Banjararum (menunggu konfirmasi).

Menunggu truk yg akan mengangkut hasil panen singkong. 1500/kg.

Lokasi Pertemuan #2: Dapoer Budaya Banjarasri

Acara dimulai pukul 13.50 di Dapoer Budaya Banjarasri. Seperangkat gamelan berada di satu sudut rumah yg disepakati menjadi ruang publik. Secara rutin kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak akan berlatih memainkan gending jawa.

Mbak Wartini membuka acara, disusul Pak Yusup. Memberi kesempatan kepada Mas Mika untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan singkat soal BPJS Ketenagakerjaan. Pelatihan dan diskusi pengolahan produk pertanian dipandu Najib dan Fahmi dilakukan sampai pukul 4 sore.

Pelatihan Tepung Lokal di Dapoer Budaya Banjarasri Kalibawang

Peserta tercatat 41 orang. Pak Carik berkesempatan hadir dan mengikuti perkenalan yg disampaikan Mas Mika. Diskusi awal soal asuransi sempat terjadi.

Pelatihan berikutnya tgl 24 Juli pukul 7 malam, adalah sesuai kelompok minat. Sejauh ini terbentuk tiga kelompok, yaitu pengolahan tepung singkong mokaf, kelompok pengolahan air kelapa nata de coco dan pengolahan bubuk coklat. Masing-masing peserta anggota kelompok akan meyiapkan bahan, merajang, merendam bahan untuk dibawa pada hari pelatihan.

Biji bunga telang untuk ditanam di pekarangan. Ayo berkebun.

Usai pertemuan, ibu-ibu menyempatkan membawa pulang biji bunga telang yg kami sediakan. Masyarakat memang sudah memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman TOGA dan sayuran. Di halaman Dapoer Budaya dipenuhi tanaman cabe yg ditanam di dalam polibag.

Geblek, growol dan tempe benguk, siapa yg tidak mengenal jajanan khas Kulonprogo. Aneka olahan dari singkong. Growol adalah hasil fermentasi yg untuk jaman itu saja sudah sangat futuristik, mengingat kandungan gula sederhana hasil fermentasi yg bagus untuk pencernaan tubuh kita.

Pertemuan di desa akan disuguhi teh hangat manis, bukan minuman plastik dalam kemasan yg sekali pakai langsung buang. Sehat untuk tubuh dan lingkungan. Terimakasih ibus….

Pete! Bulan Juli ini adalah musim panen pete di Pegunungan Menoreh.

Kontak Yusup Martani (0813.1780.5953) untuk pemesanan produk masyarakat, kunjungan ke Dapoer Budaya Banjarasri, dan pengaturan pelatihan aneka pangan lokal sehat untuk kelompok masyarakat.

Tiwul Gaplek Gluten Free

Aneka olahan singkong, ada tiwul, oyek, intil dan gatot. Tiwul populer di perdesaan di Jawa, biasanya dijual sebagai jajanan pasar, sarapan pagi hari.

Tiwul adalah makanan khas Gunung Kidul, begitu orang mengenalnya. Terbuat dari gaplek, singkong yg sudah dijemur dikeringkan. Berserat tinggi, Indeks Glikemik rendah, cocok untuk sarapan pagi, alternatif pengganti nasi putih yg punya nilai gula tinggi.

Sekarang sudah banyak tersedia tepung gaplek, tentunya kehadiran tepung gaplek memudahkan membuat tiwul dibandingkan jaman dulu saat tiwul dibuat dari gaplek yg ditumbuk. Tepung gaplek dicampur dengan air, kukus, siap hidangkan.

 Walau terlihat sederhana, pembuatan tiwul dari tepung gaplek punya beberapa trik. Ada istilah tertentu juga untuk proses mencampur tepung dengan air, di-interi kata Billy. Harus dipastikan setiap buliran tepung tercampur merata, memastikan kukusannya matang.

Berikut tahapan pembuatan tiwul.

1. Timbang 1 kg tepung gaplek.

2. Siapkan 200 ml air.

3. Tambahkan air ke dalam adonan tepung gaplek.

4. Aduk rata.

5. Campuran tepung dan air akan menggumpal.

 

5. Interi tepung yg sudah dicampur air. Ambil tampah. Gosok-gosok campuran tepung hingga buliran kecil kerikil terbentuk.

6. Kukus selama 20 menit.

Siap dihidangkan.