Martani: Olah Rasa Mbangun Jiwa

Martani merupakan entitas bisnis pangan sehat yang bertujuan untuk berkontribusi pada proses membangun jiwa bangsa melalui olah rasa pangan. Martani dibentuk pada tanggal 23 Maret 2014, di Bogor dan sekarang berdomisili di Taman Martani, Kalasan, Sleman. Usaha pokok Martani adalah perdagangan pangan sehat hasil produksi petani di sekitar DIY-Jateng: beras, palawija, umbi, herbal, serta olahan pangan.

Martani merupakan bahasa Jawa, sebagai laku (predikat) mempunyai arti “menghidupi” dan sebagai subyek/obyek dimaknai sebagai “sumber penghidupan”. Martani dapat dipandang sebagai penggabungan dua suku kata: Mart dan Tani, Mart dalam Bahasa Inggris berarti pasar, dan Tani berarti petani. Sehingga Martani dapat dimaknai sebagai pasarnya petani, “tempat” dimana petani dapat memasarkan produknya.

Misi Martani sebagai entitas bisnis adalah menyediakan pangan lokal sehat secara ajeg dan mendapatkan keuntungan. Sehat dalam hal ini adalah tanpa pestisida, pengawet, pewarna, perasa, pengenyal (5P) buatan; lokal: dapat ditelusuri asal dan cara produksinya, serta minimal kandungan impor dan produksi pabrikan besar; dan ajeg: produksi, penyediaan dan pelayanan lancar secara kuantitas dan kualitas.

Prinsip kerja Martani adalah jujur, saling percaya, dan saling menguntungkan. Olah rasa mbangun jiwa menjadi visi pengarah Martani, secara bersama mengalami dan memaknai untuk saling menghidupi.

Martani bekerja bersama berbagai pihak yang sejalan dengan peran masing-masing.

  • Rumah Tepung Lokal (RTL): aliansi kelompok mahasiswa UMBY (Universitas Mercu Buana Yogyakarta), komunitas pengrajin tepung, dan komunitas pengrajin pangan berbasis tepung. (http://rumahtepunglokal.blogspot.co.id)
  • Martani bersama RTL melakukan kajian dan juga edukasi publik tentang tepung lokal, serta mengembangkan resep-resep panganan bukan terigu. Saat ini sudah menemukan ramuan awal tepung lokal (tepung premix) untuk pembuatan mie, roti, dan gorengan. (https://www.instagram.com/rumahtepunglokal)
  • Tanindi: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana TPHP UGM (Teknologi Pengolahan Hasil Pangan, Universitas Gadjah Mada). Martani bersama Tanindi mengembangkan perdagangan hasil tani, tepung lokal, dan olahan kembang telang. (https://shopee.co.id/tanindi.id) (http://bungatelangmartaniprambanan.blogspot.co.id)
  • Tani Kepyar: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana TIN – FATETA IPB (Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor). Martani bersama Tani Kepyar dan KWT (Kelompok Wanita Tani) di Pakem mengembangkan usaha olahan jajanan tradisional bebas terigu dan mie minim terigu. (https://www.instagram.com/ardianpulihk)
  • Snack Fresh: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana perempuan TPHP UGM. Martani bersama Snack Fresh mengembangkan usaha roti dan kue kering bebas terigu. (https://www.instagram.com/utiilatifah)

Brownies Gluten Free Martani

Brownies Gluten-Free

Bahan: Telur Ayam (3 butir), Gula Semut (100 gram), Tepung Mokaf (125 gram), Maizena (1 sdm), Bubuk Coklat (15 gram), Minyak (5 sdm), Dark Chocolate (150 gram), Kacang Mete (20 gram)

Jumlah Kalori per Sajian: 350 kkal

Cara Pembuatan

Kocok telur beserta gula. Campurkan tepung, coklat bubuk, telur, dan gula. Cairkan dark chocolate beserta minyak, tunggu dingin lalu masukan kedalam adonan tepung. Kocok sampai tercampur rata. Oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius. Resep tersebut mampu untuk membuat 6 sajian brownies.

Cake Pisang Gluten Free

Cake Pisang Gluten-Free.

Bahan: Telur  (3 butir), Gula Pasir (100 gram), Kayu Manis (1/4 sdt), Minyak Kelapa (5 sdm), Tepung Beras (125 gram), Pati Jagung (1 sdm), Baking Powder (1/2 sdt), Pisang (250 gram), Susu Kental Manis (1 sachet)

Jumlah Kalori per Sajian: 150 kkal

Cara Pembuatan

  • Telur, gula, kayumanis, dan minyak kelapa dikocok hingga mengembang.
  • Siapkan tepung beras, maizena, baking powder dalam satu wadah.
  • Lumat pisang beserta susu kental manis.
  • Campurkan adonan pisang ke dalam adonan telur kemudian masukan adonan tepung.
  • Panaskan adonan dalam oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius.

Lumpia Martani Gluten-Free

Lumpian GF begitu biasa disingkat.

Bahan:

  • Tepung Mokaf (500 gram),
  • Pati Singkong (200 gram),
  • Pati Garut (200 gram),
  • Tepung Beras (100 gram),
  • Garam (12 gram),
  • Minyak Kelapa (20 ml),
  • Ayam (250 gram),
  • Krupuk (250 gram), kami menggunakan kerupuk tapioka tanpa MSG (#bukananakmicin)
  • Wortel (200 gram),
  • Kubis (200 gram),
  • Timun (200 gram),
  • Bawang Merah (25 gram),
  • Bawang Putih (15 gram),
  • Merica (4 gram),
  • Gula (8 gram),
  • Telur (4 butir).

Jumlah Kalori per Sajian: 125 kkal

Cara Pembuatan

Isian: Potong kecil wortel, kubis, dan timun kemudian rebus. Kerupuk direbus kemudian ditiriskan. Tumbuk bawang merah, bawang putih, merica, gula, garam lalu ditumis. Buang air rebusan sayuran lalu masukan tumisan bumbu dan kerupuk. Ayam digoreng kemudian disuwir untuk dimasukan ke dalam adonan isian lumpia.

Kulir: Kocok telur terlebih dahulu lalu tambahkan bahan tepung. Tuang air sedikit demi sedikit hingga tercipta adonan dengan kekentalan yang diinginkan. Lalu siapkan Teflon panas. Tuang adonan kulit untuk dibentuk sesuai selera (ketebalan). Adonan diatas mampu untuk membuat 45 sajian lumpia.

Setelah  kulit dan bahan isian lumpia jadi, gulung isian lumpia dengan kulit dan panggang dalam oven selama 40 menit.

Ketika menggunakan tepung lokal, sulit untuk mendapatkan hasil kulit lumpia yang tipis karena tepung lokal tidak memiliki kandungan gluten yang akan membuat adonan elastis.

Resep Mendoan Gluten-Free

Siapa tidak kenal mendoan. Makanan khas Banyumasan, tempe dalam bentuk lembaran besar 20 x 10 cm, digoreng setengah matang. Kelebihan mendoan yg kami tawarkan adalah tepungnya terbuat dari campuran beberapa tepung lokal. Yes! tanpa tambahan tepung terigu.

Bahan:

  • Tempe Mendoan (20 lembar),
  • Pati Singkong (40 gram),
  • Tepung Mokaf (220 gram),
  • Pati Ganyong (40 gram),
  • Tepung Beras (100 gram),
  • Bawang Putih (10 gram),
  • Ketumbar (4 gram),
  • Garam (8 gram),
  • Daun Bawang (2 helai),
  • Air (650 ml).
    Jumlah Kalori per Sajian: 70 kkal

Cara Pembuatan

  • Campurkan bahan tepung.
  • Tumbuk ketumbar, bawang putih dan garam, kemudian campurkan ke dalam campuran tepung.
  • Potong halus daun bawang lalu masukan ke dalam campuran tepung.
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh kekentalan adonan yang diinginkan.
  • Baluri tempe mendoan dengan adonan tepung lalu goreng dalam minyak panas (minyak tua).
  • Mendoan digoreng setengah matang untuk mendapatkan tekstur lembek yang memang menjadi ciri khas dari mendoan.

Formula tepung: @ardianpulihk

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk mendapatkan tepung premix gorengan gluten free.

Rumah Tepung Lokal di Joglo Rasa Ambarketawang Jogjakarta

Apa siapa Rumah Tepung Lokal?

Sekumpulan anak muda yg berkarya di bidang pengembangan tepung lokal. Setiap hari Kamis, mereka berkumpul di Joglo Rasa Ambarketawang. Silakan datang bergabung. Bawa cerita mu seputaran tepung lokal. Detil info kontak Fadly 0852.6451.2798.

Siapa Mereka di RTL

Beberapa sudah lulus jadi sarjan. Beberapa masih berstatus kuliah. Beberapa tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Ini cuplikan obrolan sampai RTL kemudian terbentuk.

Anak-anak muda ini sering nongkrong di Pawon Martani Training Center di Tulung, Kalasan. Sebut saja Food for Nation (FFN). Fanpage facebook FFN https://www.facebook.com/Food-For-Nation-438014632996675/?fref=ts. Ada lagi salah-satu pendiri Fresh Okara yg bergerak di bidang pengolahan kedelai lokal menjadi sari kedelai dan cookies kedelai. RollnRoll yg walau mahasiswa tapi sudah memulai bisnis kuliner.

Membawa keresahan kenapa petani kita tidak sejahtera. Secara mereka juga anak dari petani dari berbagai pelosok Nusantara. Kenapa setelah lulus kuliah, sibuk mencari kerja di bank atau perusahaan besar, yg ilmu di bangku sekolah malah tidak digunakan. Kenapa tepung lokal tidak banyak dikenal orang sedangkan tepung terigu gandum impor berlimpah. Kenapa banyak orang yg tidak mampu mencerna gluten kesulitan mendapatkan aneka tepungs lokal. Kenapa beras kebanyakan diolah menjadi nasi dan menjadi makanan pokok untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Dan banyak kenapa lainnya.

Kesukaan berkuliner, eksperimen dengan makanan lokal adalah bonding yg kuat diantara kami.

Mas Awe in action dengan ice cream buah naga. Di RTL bukan hanya olahan tepung yg bisa ditemukan. Orang yg mendalami es krim dan olahan dairy lainnya, ada juga.

Publié par Martani Beras Sehat sur mercredi 27 septembre 2017

Nih RTL-ers …

Kegiatan RTL

Ngobrol jagongan rutin kami lakukan. Capek ngobrol, kami langsung berpraktek mengolah tepungs lokal menjadi panganan sehat.

n

Cookies dan Gorengan

Sepuluh orang ditanya, tepung apa yg anda ketahui? Kebanyakan menjawab tepung terigu. Terbuat dari apa tepung terigu? Kecil sekali persentase yg mampu menjawab gandum sebagai asal terigu. Dimana gandum ditanam, darimana asalnya, bagaimana pengolahannya.

Resep banana cup cake bisa dilihat di artikel terpisah berikut …

.

.Aneka jenis cookies bisa dibuat dari tepungs lokal. Takaran setiap tepung dan jenisnya disesuaikan dengan rasa dan tekstur yg ingin ditampilkan. Nah di RTL inilah, beberapa anak muda terus bereksperimen menemukan formula yg pas.

Bakwan tepung lokal bebas gluten. Disebut bebas gluten karena memang buatnya nih bakwan gak pake tepung terigu yg mengandung gluten. Pakenya campuran tepungs lokal, yaitu mokaf, tepung beras dan tepung ganyong (tepung ganyong bisa diganti dengan tepung garut). Isian bakwan ditambahkan bunga telang, itu si biru bunga cantik yg biasa dipakai pewarna makanan, sekaligus juga bisa dimakan.

Tuh sudah dituliskan bahan campuran tepung untuk molen. Silakan diikuti.

Cokorol banana adalah pisang yg dibalut dengan kulit lumpia coklat. Uniknya kulit lumpia tidak dibuat dari tepung terigu tapi campuran antara mokaf, tapioka, beras dan garut.

Kalau mau tepung racikan yg sudah siap saji, datang saja ke RTL di Joglo Rasa Ambarketawang. Atau kontak Najib 0857.2666.3426.