Pelatihan Pengolahan Tepung Lokal Produk Pertanian Kulonprogo

Pelatihan Pembuatan Tepung beririsan dengan kegiatan Pengenalan BPJS Ketenagakerjaan (dulunya Jamsostek). Among Rasa Menoreh (ARM) menjadi host kegiatan ini, sedangkah pelatihan dilaksanakan oleh Fahmi dan Najib dari Food for Nation (FFN). Pelatihan tahap awal dilaksanakan di Desa Banjararum dan Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo, Minggu 16 Juli 17.

ARM melihat banyaknya produk petani lokal yg berlimbah dan dihargai murah, terutama saat musim panen. Pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi akan memberi nilai ekonomi yg bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. ARM akan membantu memasarkan produk masyarakat yg diproduksi dengan cara baik dan bahan dasar produk pertanian setempat yg berlimpah.

Lokasi Pertemuan #1: Rumah Bu Erna, Banjararum.

Acara dimulai pukul 10.10. Peserta yg hadir 15 orang ibu-ibu dan remaja.

Dimulai dengan pembukaan oleh Mbak Erna. Yusup, menjelaskan tentang tujuan kegiatan dan perkenalan setiap peserta yg hadir. Fahmi dan Najib dari FFN melanjutkan dengan presentasi cara pembuatan aneka tepung dari umbi lokal dan diskusi seputaran pangan sehat dan pengolahannya.

Diskusi bergulir bebas seputaran harga umbi dan tepung lokal, potensi beberapa umbi yg ternyata punya nilai ekonomi tinggi seperti porang (atau iles-iles) yg saat ini belum diolah. Ibu-ibu bersemangat setelah ditunjukkan harga sebuah umbi suweg di Tokopedia, 350 ribu. ‘Saya jual 100 ribu, ibu mau beli?’, komentar seorang peserta.

Seorang ibu yg sering membantu kakaknya membuat slondok, berbagi pengalaman soal aneka rasa slondok. Penambahan bawang menjadikan slondok produksinya berbeda. Selalu habis tidak ada stok karena memenuhi pesanan orang yg tinggal di Jakarta, tambahnya.

Seorang ibu pembuat jamu kunyit tertarik dengan ide mengemas aneka jamu dalam bentuk kering, instan siap seduh. ‘Teh celup kunyit jahe, wah saya mau coba itu’.

Beras sehat untuk semua.

Mas Mika diminta ibu-ibu untuk memperkenalkan diri lebih jauh terkait BPJS Ketenagakerjaan. Peserta antusias mendengarkan, beberapa bahkan bertanya bagaimana cara mendaftarkan diri.

Nasi biru bunga telang semur jengkol.

Mencicipi nasi kucing biru bunga telang dengan lauk sayur gori buatan Bu Solih dari Warung Martani Tulung Kalasan. Serabi hijau serbuk katuk dan serbuk kelor juga dihidangkan. Aneka hidangan berbahan dasar lokal ini diharapkan menjadi inspirasi peserta tentang hasil akhir aneka tepung yg nantinya akan mereka produksi.

Pertemuan berikutnya rencananya akan dilaksanakan tgl 24 Juli pukul 3 sore di rumah Mbak Erna. Praktek pembuatan tepung suweg dan teh celup jamu kunyit. Peserta adalah kelompok yg ini ditambah 20 orang dari PKH – Program Keluarga Harapan Banjararum (menunggu konfirmasi).

Menunggu truk yg akan mengangkut hasil panen singkong. 1500/kg.

Lokasi Pertemuan #2: Dapoer Budaya Banjarasri

Acara dimulai pukul 13.50 di Dapoer Budaya Banjarasri. Seperangkat gamelan berada di satu sudut rumah yg disepakati menjadi ruang publik. Secara rutin kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak akan berlatih memainkan gending jawa.

Mbak Wartini membuka acara, disusul Pak Yusup. Memberi kesempatan kepada Mas Mika untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan singkat soal BPJS Ketenagakerjaan. Pelatihan dan diskusi pengolahan produk pertanian dipandu Najib dan Fahmi dilakukan sampai pukul 4 sore.

Pelatihan Tepung Lokal di Dapoer Budaya Banjarasri Kalibawang

Peserta tercatat 41 orang. Pak Carik berkesempatan hadir dan mengikuti perkenalan yg disampaikan Mas Mika. Diskusi awal soal asuransi sempat terjadi.

Pelatihan berikutnya tgl 24 Juli pukul 7 malam, adalah sesuai kelompok minat. Sejauh ini terbentuk tiga kelompok, yaitu pengolahan tepung singkong mokaf, kelompok pengolahan air kelapa nata de coco dan pengolahan bubuk coklat. Masing-masing peserta anggota kelompok akan meyiapkan bahan, merajang, merendam bahan untuk dibawa pada hari pelatihan.

Biji bunga telang untuk ditanam di pekarangan. Ayo berkebun.

Usai pertemuan, ibu-ibu menyempatkan membawa pulang biji bunga telang yg kami sediakan. Masyarakat memang sudah memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman TOGA dan sayuran. Di halaman Dapoer Budaya dipenuhi tanaman cabe yg ditanam di dalam polibag.

Geblek, growol dan tempe benguk, siapa yg tidak mengenal jajanan khas Kulonprogo. Aneka olahan dari singkong. Growol adalah hasil fermentasi yg untuk jaman itu saja sudah sangat futuristik, mengingat kandungan gula sederhana hasil fermentasi yg bagus untuk pencernaan tubuh kita.

Pertemuan di desa akan disuguhi teh hangat manis, bukan minuman plastik dalam kemasan yg sekali pakai langsung buang. Sehat untuk tubuh dan lingkungan. Terimakasih ibus….

Pete! Bulan Juli ini adalah musim panen pete di Pegunungan Menoreh.

Kontak Yusup Martani (0813.1780.5953) untuk pemesanan produk masyarakat, kunjungan ke Dapoer Budaya Banjarasri, dan pengaturan pelatihan aneka pangan lokal sehat untuk kelompok masyarakat.

Among Rasa Menoreh (AMR) Kulon Progo

Buka puasa bersama kawan Komunitas Menoreh, Sabtu, 17 Juni 2017. Sedianya buka bersama akan diadakan di Dapoer Budaya Menoreh Banjarasri, dialihkan ke kediamannya Mbak Erna di Dekso, Kalibawang, Kulon Progo.

Empat pemuda dari kelompok pertukangan Muda Taruna Makmur (MTM) Pagerharjo, empat orang dari Kaoem Telapak Jogja (KTJ) menjadi peserta pertemuan kali ini. Yusup Maguantara dari Martani Pangan Sehat menghantar catatan tentang Among Rasa Menoreh. Sebuah kajian sekaligus ajakan untuk kita semua agar mengkonsumsi produk sehat petani lokal. Bangga dengan produksi sendiri, mencari cara inovatif agar terus mengikuti perkembangan jaman, mengedukasi publik tentang pangan lokal sehat.

Hidangan pembuka kolak, kombucha bunga telang, geblek dan tempe benguk khas Kulon Progo, cookies tepung singkong momoza dan coklat Makasar. Mengkonsumsi produk kopi dari daerah Samigaluh, mengolah sendiri biji kopi untuk konsumsi sendiri. Meningkatkan nilai jual, lebih sehat.

Mengolah dan Menyajikan Kopi Menoreh untuk konsumsi harian kita. #digilingbukandisobek

Gagasan ARM (Among Rasa Menoreh)

Pertama

  • ARM: lengan untuk merangkul dan menggandeng
  • Among: membimbing, menjaga, menggembala
  • Rasa: ekpresi dari penggunaan indra tubuh, hati dan pikiran
  • Menoreh berasal dari kata dasar toreh. Menoreh memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga menoreh dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.
  • Menoreh adalah sebuah bukit yang membentang dari selatan ke utara. Perbukitan Menoreh juga memiliki fungsi sebagai batas wilayah antara Kasultanan Yogyakarta dengan Karesidenan Kedu. Dimana bagian dari Yogyakarta masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, sementara untuk wilayah Kedu ada dibawah naungan Kabupaten Purworejo serta Kabupaten Magelang.
Among Rasa Menoreh lengan untuk merangkul berbagai produk lokal Kawasan Pengunungan Menoreh.

Kedua

  • Banyak potensi SDA, hasil budidaya dan olahannya di Wilayah Pegunungan Menoreh: kayu rakyat, buah, padi, palawija, umbi-umbian, sayuran, kelapa, palawija, coklat, kopi, teh….tempat wisata alam dan religi…
  • Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan sendiri
  • Program bela-beli Kulon Progo mensiratkan adanya rasa tidak percaya diri, bangga dan menghargai hasil dan produk diri sendiri….. pernahkah warga Kulon Progo mencicipi gula semut? Padahal produk gula semut dari daerah ini sudah sampai diekspor ke Eropa dan Amerika.
Potensi SDA Pegunungan Menoreh; kayu rakyat, buah, padi, palawija, umbi-umbian, sayuran, kelapa, palawija, coklat, kopi, teh….tempat wisata alam dan religi.

Ketiga

ARM: wadah atau entitas bisnis yang akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi Menoreh. Pada satu rangkaian kereta, meski berbeda kelas ekonomi, bisnis, VIP tetapi akan secara bersama mencapai tujuan.

  1. Tradisional non profit (LSM) dengan aktivitas income generating
  2. Perusahaan tradisiobal profit perusahaan dengan CSR

ARM berada diantara 1 dan 2…. : keterlibatan, inovasi, aktivitas ekonomi, perubahan sosial.

Inovasi tiada henti untuk mengolah produk pertanian lokal sehat.

Apa yang diperlukan: inovasi sosial yang mampu mengubah struktur relasi sosial dan hadirnya individu bervisi, kreatif, berjiwa wirausaha, dan ber-etika di belakang gagasan inovatif tersebut. Individu/kumpulan individu harus terlibat dalam proses inovasi, adaptasi, pembelajaran yang terus menerus bertindak tanpa menghiraukan berbagai hambatan atau keterbatasan yang dihadapinya dan memiliki akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan hasil yang dicapainya.

Kopi Menoreh. Digiling bukan disobek. Mengolah kopi produksi kebun, menjual produk jadi bukan produk mentah akan memberi nilai tambah ekonomi petani dan artisan lokal.
  • Inovasi diperlukan karena perasaan tidak puas terhadap kondisi dan situasi yang ada serta adanya peluang untuk memperbaiki keadaan yang ada,
  • inovasi harus dijadikan sebagai suatu alat dan bukan suatu tujuan, tujuan dari suatu inovasi adalah perubahan atau perbaikan dari kondisi yang ada menjadi lebih baik
  • Inovasi sosial terkait dengan peningkatan hubungan sosial dan peningkatan kesejahteraan
  • Apa yang diperlukan: rumah sebagai warung, outlet, training, internet dan computer, lahan pekarangan, lahan kebun
  • Bisnis/usaha: sandang-pangan-papan….low carbon footprint
  • Menciptakan kesempatan kerja
  • Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang dibutuhkan masyarakat.
  • Membangun nilai saling pengertian (shared value), kepercayaan (trust) dan budaya kerjasama (a culture of cooperation)

Dengan berasumsi kita punya niat baik, kitalah yang akan menjadi elit ekonomi desa.

Beras putih dicampur sedikit beras hitam akan menghasilkan nasi ungu.

Merancang Model Bisnis

Osterwalder & Pigneur (2010) mendefinisikan model bisnis sebagai gambaran dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan dan memberikan nilai. Model bisnis memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Model bisnis dan bentuk organisasi sangat berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Model bisnis diyakini dapat dijelaskan dengan sangat baik melalui sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang.

Gambar 1. Model Bisnis Kanvas

Kesembilan blok tersebut adalah:

  1. Customer Segments (Segmen Pelanggan). Menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.
  2. Value Propositions (Proporsi Nilai). Menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai untuk pelanggan spesifik.
  3. Channels (Saluran). Menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proporsi nilai.
  4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan). Menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik.
  5. Revenue Streams (Arus Pendapatan). Menggambarkan uang tunai yang diahasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan.
  6. Key Resources (Sumber Daya Utama). Menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi.
  7. Key Activities (Aktivitas Kunci). Menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan agar model bisnisnya dapat bekerja.
  8. Key Partnerships (Kemitraan Utama). Menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja
  9. Cost Structure (Struktur Biaya). Menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis.

(Osterwalder & Pigneur, 2010) memvisualisasikan kesembilan blok bangunan model bisnis menjadi Kanvas Model Bisnis (KMB). KMB adalah bahasa yang sama untuk memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis (Gambar 1).

Nasi Wiwit Martani

Nasi Wiwit

Masyarakat di sekitaran Prambanan, tempat Warung Martani di Dusun Tulung, Desa Taman Martani, Kalasan Jogja, nasi wiwit biasa dinikmati pagi hari untuk sarapan. Seorang ibu bakul bersebeda keliling, masuk-masuk diantara gang jalan kecil diantara rumah-rumah, akan berteriak memanggil para pelanggannya, nasi wiwit gudangan buuuuuuuuuu…….

Harga per bungkus seribu rupiah. Seperti nasi kucing lah ukurannya. Udah lengkap paket nasi wiwit ini. Ada nasi dan sayuran mentah yg dipotong-potong kecil. Bungkus daun pisang menambah rasa enak nasi wiwit. Dan ramah lingkungan karena pembungkusnya mudah diurai tanah.

Nasi wiwit juga bisa didapatkan di Pasar Tulung, sebuah pasar dusun dimana ibu-ibu memenuhi kebutuhan hariannya. Biasanya si penjual nasi wiwit juga menjual nasi gudangan. Bedanya, nasi wiwit tuh sayurannya mentahan, sedangkan nasi gudangan menggunakan sayuran yg direbus. Bumbunya sih sama urab parutan kelapa muda.

Kami menyukai sarapan nasi wiwit bungkus nasi kucing seribu per bungkus atau yg beli ngecer tiga ribu per porsi. Pas untuk sarapan pagi, tidak terlalu berat walau itu suguhan nasi putih. Potongan sayuran mentah, kelapa muda dan sambal kedelai (sambal gepeng istilah beberapa orang) menjadi pelengkap yg jossss. Semriwing daun jeruk dan kencur yg bikin khas banget nih sego wiwit.

Kalau mau cari nasi wiwit siang hari, nah. Nasi wiwit dihidangkan di rumah makan dan restoran dengan harga yg berbeda tentunya dengan harga di Pasar Tulung. Kalau mau hunting kuliner memang harus berani blusukan ke pasar-pasar tradisional yg kebanyakan beroperasi pagi hari (gak berlaku untuk orang malas bangun pagi haha). Ada beberapa rumah makan sekitaran Candi Prambanan yg menyediakan menu nasi wiwit. Limasan Martani salah-satunya.

Nasi Wiwit Martani

Di Limasan dan Warung Martani kami menyediakan nasi wiwit jika ada pesanan dari rombongan turis atau kelompok tetamu yg merindukan menikmati makanan memorinya di rumah kayu bergaya jawa limasan. Tidak menggunakan MSG tentunya.

Menggunakan beras sehat tanpa pestisida, nasi hitam, merah, coklat atau putih tergantung selera dan pesanan. Kenikir, kacang panjang, cabe, kencur, kelapa kami dapatkan dari petani sekitaran. From garden to the table perlahan kami cobakan di Warung Martani.

Ayam goreng kalasan, tahu tempe bacem, kerupuk, sambal menjadi pelengkap nasi wiwit. Kami menggunakan ayam organik untuk hidangan tetamu Limasan Martani. Pinarak.

Nasi wiwit menjadi salah-satu menu jualan kami di Pasar Sehat Jogja atau pameran yg biasanya kami ikuti. Kami memodifikasi warna nasi menjadi biru bunga telang. Pengunjung pameran berbondong membeli nasi kucing (nasi dalam ukuran kecil dibungkus daun pisang) untuk menghilangkan rasa laparnya. Sangat khas Jogja, nasi kucing, memastikan semua mendapat asupan nutrisi baik.

Resep Nasi Wiwit

Bahan:

  • Sayuran: kenikir, kacang panjang, kubis. Potong kecil tipis. Memastikan agar sayuran mentahan tercampur merata dengan bumbu tabur.
  • Parutan kelapa muda.
  • Bumbu haluskan: garam, gula, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk.
  • Sambal kedelai goreng. Haluskan kedelai goreng, tambahkan garam, gula, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk.
  • Campurkan parutan kelapa bubu urab dengan sayuran mentahan. Taburi sambal kedelai goreng.

Murah dan sehat kita punya!

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk membuat reservasi Warung Martani.

Alamat Limasan Martani: Dusun Tulung RT 1 RW 1, Desa Taman Martani, Kalasan.

#martani #berasehat #berasehatuntuksemua #warungmartani #indonesiaharusayangpetani #panganlokal #pangansehat

Geliat Kelor di Dusun Tulung

Kerja barengan ibu-ibu tuh seru.

Berikut You Tube link yang menyajikan video ibu-ibu Dusun Tulung, Taman Martani dalam memasak daun kelor. Tayang pada hari Kartini 21 April 2017 di DAAI TV dalam acara Lokalvora.

Terimakasih Ibu Dukuh, Ibu Solih, Ibu Sri, Ibu Genduk. Dan Fahima yg menjelaskan soal kelor.

 

Kolang-Kaling Biru Bunga Telang

Selalu suka dengan kolang-kaling, atau biasa disebut buah atap, yaitu biji pohon Aren (Arenga pinnata). Hidangan wedang ronde akan ditambahkan kolang-kaling warna merah atau hijau. Kali ini kami tawarkan kolang-kaling warna biru.

Kutipan info kolang-kaling dari Wiki. Makanan diet, penghilang nyeri sendi, kandungan kalsium setara tulang sapi (emang kita makan tulang sapi haha), pelancar BAB (testimoni beberapa konsumen kami).

Kandungan karbohidrat yang dimiliki kolang kaling bisa memberikan rasa kenyang bagi orang yang mengonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun, sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.[4]Kolang-kaling juga bermanfaat untuk mengobati nyeri sendi dan mengandung kalsium sama dengan tulang sapi.[5] Kandungan mineral seperti protasium, iron, kalsium mampu menyegarkan tubuh dan memperlancar proses metabolisme tubuh.

Birunya cakep lho. Pewarna alam pulak. Biru dari si biru bunga telang.

Kolang-kaling biru, alpukat, tape dan parutan coklat* (kiriman kawan dari Makasar, asli coklat tanpa tambahan lain). Untuk siang yg panas di negri tropis. Salam dari Warung Martani Prambanan.

Resep:

Rebus 9 bunga telang dengan dua gelas air. Tambahkan kolang-kaling. Biarkan sampai kolang-kaling empuk, sekitar 15 menit. Matikan kompor. Biarkan setengah jam sampai warna biru meresap ke dalam kolang-kaling.

Ambil kolang-kaling biru, alpukat, tape. siram air santan kental. Tambahkan gula cair dan es jika suka. Hidangkan.

.

*Pak De Peni. Ini coklat kirimannya sudah dipakai. Salah-satunya untuk taburan es buah kolang-kaling. Coklat yg bener tuh memang rasanya pahit. Yang manis tuh gula, krim dan campuran susu yg kadang-kadang berlebihan. Asiknya punya temen yg mendampingi petani coklat. Terimakasih.

Tertarik bunga telang kering dan coklat murni? Untuk pemesanan es buah kolang-kaling, bisa melakukan reservasi di warung pecel Prambanan. Tiga km dari Candi Prambanan. Reservasi dulu yah.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani.

Tas Tas Plastik di Martani

Martani jualan tas sekarang? Ya. Tas plastik warna-warni, bisa dibawa ke pasar, ke kampus boleh juga. Tas murah-meriah terinspirasi oleh si mbah yg sering jualan di pasar.

Indikator kesehatan sebuah rumah tangga adalah zero waste salah-satunya. Yaitu sesedikit mungkin  sampah dihasilkan dari satu rumah. Jika pun ada sampah, maka sampah itu dikelola dengan baik.

Sampah dipilah antara sampah plastik-kertas dan sampah organik.

  • Sampah plastik-kertas dipilah lagi menjadi kelompok sampah yg bisa dipakai kembali.
  • Sampah organik dibuang ke tong komposter atau lobang tanah. Sampah dari dapur diolah menjadi pupuk cair organik dan kompos yg bisa digunakan untuk media tanaman.

Hal penting lainnya adalah gaya hidup untuk membawa kantong belanja dan box makanan agar tidak menggunakan plastik kresek dan plastik pembungkus makanan. Ini kebiasaan yg agak sulit diubah.

 

 

 

 

Dua hal;

  1. Mencegah membuat sampah dengan cara selalu membawa tas belanja dari rumah. Membawa box makanan dan tempat minum untuk menghindari pemakaian plastik pembunvgkus makanan.
  2. Melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Masukkan sampah yg berbeda sesuai dengan kategorinya. Misalnya: plastik, kertas, layak kreasi, logam & kaca. Sampah dapur organik dibuat pupuk cair dan kompos. Dimasukkan ke lobang tanah atau ember komposter.

Penyediaan tas-tas belanja harus terus disosialisasikan, diingatkan, dimudahkan. Namanya mengubah habit wah gak bisa satu malam terjadi tuh. Butuh bantuan semua pihak.

Belajar dari si mbah-mbah penjual sayuran dan makanan di pasar-pasar tradisional di Jogja – Klaten tempat kami tinggal. Mereka membawa tas tenteng terbuat dari anyaman plastik warna-warni cantik.

Martani membantu mendistribusikan tas plastik ini kepada khalayak ramai melalui toko online Shopee, nama tokonya Maguantara5678.

Periode sampai April 2017, promosi gratis/subsidi ongkir (hati-hati syarat dan ketentuan berlaku).

Bisa juga dengan kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan.

Akar Alang-Alang dan Teh Biru Bunga Telang di Warung Martani

Tanaman alang-alang diajarkan di sekolah sebagai rumput pengganggu, gulma istilahnya. Pada areal hutan yg baru dibuka, lahan tidur, maka alang-alang lah yg akan segera muncul. Para petani yg memakai system ladang bergilir akan mengeluh dengan kehadiran alang-alang. Penyabit rumput ternak kambing sapi pun enggan mengambil rumput ini karena memang daunnya keras – tidak bisa dikonsumsi ternak. Sebegitu tidak bergunanya kah alang-alang?

Teh Celup Biru Bunga Telang.

Eurih dalam Bahasa Sunda. Imperata cylindrica bahasa latinnya. Kayaknya Ebiet G Ade merujuk rumput yg bergoyang ke allant-alang deh. Hayo goceng-goceng haha. Ntar kalo ketemu, ta tannin yah.

Tumbuh merumput dengan tunas yang merayap di dalam tanah. Tingginya 30 – 180 cm, mudah berkembang biak, mempunyai rimpang kaku yang tumbuh menjalar. Batangnya padat, bukunya atau ruasnya berambut jarang.

Bunganya menguncup dengan panjang 6 – 30 cm, berwarna putih dan mempunyai biji-biji sangat kecil sekitar 1 mm dan berwarna coklat tua. Bunga atau bijinya berambut halus dan mudah diterbangkan angin. Tumbuhan itu dapat hidup pada ketinggian 1 – 2.700 meter di atas permukaan laut.

Entah sejak tahun berapa si rumput alang-alang malah dicari orang sebagai salah-satu herbal yg ampuh. Bagian rimpang – serumpunan akar baik yg masih basah maupun yg dikeringkan yg biasa digunakan herbal. Kalau tanaman ini begitu berguna, kenapa tidak ada kebun yg khusus menanam alang-alang? haha

Seiikat rimpang alang-alang kering siap seduh. Order kontak Yusup 0813.1780.5953.

Kalau ditanya apa khasiatnya alang-alang, google akan menawarkan banyak link yg mencantumkan setidaknya 20-an manfaat alang-alang. Melancarkan air seni, hipertensi, obat demam, kencing batu, radang paru-paru, asma, mimisan, hepatitis, prostat, diare, keputihan dan sari rapet, air kencing berdarah, kencing nanah, muntah darah, radang ginjal, asam urat.

Begitulah karakteristiknya tanaman herbal di negri ini. Satu tanaman punya banyak sekali khasiat. Tapi tetep kalau berobat berangkat ke Singapur atau Thailand (buat yg punya yang hehe). Lebih marem katanya.

Konon tidak disarankan ramuan alang-alang untuk yg punya lambung lemah dan sering beser. Kalau orangnya punya maag tapi keputihannya pengen sembuh gimana? Mbuh ora weruh. Mungkin dosis khusus. Wong petunjuk yg ada sangat general sekali, 500 gr direbus dengan 2 gelas sampai sat satu gelas, diminum 3 hari sekali. Para apoteker laboran mbok ya ada yg mau sharing serius di blog-nya gitu yah haha.

Rimpang alang-alang kering siap seduh.

Teh Biru Bunga Telang Alang-Alang
Di Martani kami menggunakan akar alang-alang sebagai campuran teh biru bunga telang. Memberi sensasi tisane yg khas. Kalau mau lebih kuat lagi, bisa ditambahkan kapulaga dan potongan Kayu Mesoyi yg biasa ditambahkan di wedang jahe. Rasa khas Mesoyi, dipadu dengan rasa jahe, biasa dinikmati para turis yg datang ke Jogja, sambil nongkrong di alun-alun, lesehan di trotoar. Nah turis Jogja banget deh.

Teh biru dicampur akar wangi juga enak, harum. Sereh wangi berbeda dengan sereh masak. Bagian tanaman sereh wangi yg diambil untuk minuman adalah daunnya, sedangkan bagian tanaman sereh masak yg biasa dipergunakan  adalah pangkal batang (dekat akar). Beberapa konsumen kami memilih batang sereh masak yg digeprek yg dipakai untuk pengaduk gelas teh biru bunga telang, beberapa suka dengan harumnya daun sereh wangi. Ada juga yg keberatan dengan bauk sereh wangi yg katanya identik dengan lotion obat nyamuk merk ttt.

Jika anda datang ke Warung Limasan Martani, silakan memesan teh biru bunga telang dengan aneka tambahan rasa sesuai selera. Kami akan siapkan disesuaikan dengan ketersediaan stok herbal yg ada.

Resep:
Ambil tiga rimpang alang-alang. Cuci bersih. Masukkan ke rebusan dua gelas air. Tambahkan 5 helai bunga telang kering. Biarkan mendidih jadi satu gelas. Minum selagi hangat. Tambahkan madu jika suka.

Kami membantu mendistribusikan alang-alang kering siap seduh yg kami dapat dari tukang jamu langganan. Bunga telang kering kami panen dari kebun petani lokal di daerah Trucuk dan Polanharjo, Klaten.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk mendapatkan alang-alang dan bunga telang kering siap seduh.

Menikmati teh biru bunga telang alang-alang bersama ibu-ibu di Dukuh Tulung, Kalasan.

Beberapa link terkait khasiat alang-alang:

 

Markisa Kuning di Limasan Martani

Bunga Markisa tumbuh merambat di pohon rambutan di halaman Limasan Martani. Butuh waktu empat bulan untuk bisa moto bunganya yg kebetulan menggantung rendah. Tanaman yang merambat di bagian atas tajuk pohon rambutan sudah terlihat jadi buah markisa. Kebetulan tahun ini nih pohon rambutan kurang aktif berbuah, jadi diantara hijau daunnya rambutan, malah paling planting buah markisa. Paling minggu depan sudah menguning.

Bisa ngejus syantik tralala. Katanya buat masker wajah boleh juga. Coba ahhhh daripada beli masker atau pergi ke salon mehong haha. Konon es krim markisa top. Awe segeralah mesin es puter mu beroperasi yah gan. Kita pesta es krim markisan ungu bunga telang. Njrit ngiler sudah.

Produk lain yg biasa dibuat: serbat, nentar, sari buah, konsentrat, squash, selai, dan jeli. Segini panjang daftar produk, kenapa orang malas nanam nih pohon yah. Padahal gampang sekaleeee numbuhinnya. Jenis yg bandel lah.

Bunga Markisa di Pagi Hari.

Pengen punya yg bunganya warna ungu – markisa ungu, Passiflora edulis var edulis. Hunting benih. Tukeran benih yuk. Ini juga nih keinginan yg dalam daftar tunggu eksekusi (hadeuhhh kebanyakan keinginan nih haha). Ada sistem tukar – menukar benih tanaman lokal. Selama ini benih tuh dibeli dari toko pertanian. Jarang banget kita temui komunitas benih yg rajin bertukar update ngobrol soal benih. Padahal nih cerita benih penting banget dalam kedaulatan seorang petani.

Di Indonesia terdapat 4 (empat) jenis Markisa yang dibudidayakan:

  1. Markisa Ungu (Passiflora edulis var. edulis). Masam manis. Tumbuh 1000 dpl. Warna ungunya itu lhooooo, kulit buah dan bunganya syantix tralala.
  2. Markisa Konyal (Passiflora lingularis). Enak manis, tumbuh di dataran tinggi.
  3. Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa). Ini saiyah punya. Siapa mau benihnya, boleh kontak. Kita memberikan benih kepada para pembeli produk Martani Pangan Sehat. Jiyahhh tetep promosi wakakkkkk
  4. Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis). Ukuran besar, rasa tawar, tidak banyak dibudidayakan. Nah jadi orang makanya jangan tawar – tawar apaaaa seh.

 

Bunga Markisa Kuning di Limasan Martani Tulung Kalasan.

#ayoberkebun #markisa #martani #berasehat #berasehatuntuksemua #passionfruit #markisakuning #passifloraedulis var flavicarpa #yellowgranadilla #limasanmartanitulungkalasan #lumbungbenih #tukeranbenih

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk mengetahui produk Martani Pangan Sehat.

 

Kohe – Kotoran Hewan

Pupuk kandang biasa disingkat ‘kohe’ (kotoran hewan) ternyata bisa juga difermentasi. Lah kirain kombucha sama yogurt aja yg biasa difermentasi. Kohe juga ternyata bisa lho.

Ini resep dari Pak Wardiyono tentang fermentasi kohe.

Ditumpuk rata dengan ketebalan kira- kira 20 cm kemudian ditaburi dolomid bisa ditambah bekatul terus disiram dengan air campuran  tetes ,dekomposer, dan air kemudian diaduk hingga rata kemudian ditutup dengan terpal atau bahan lain yang ada disekitar. Setelah ditutup dibiarkan setiap Minggu diaduk lagi setelah 3 kali adukan pupuk sudah siap diaplikasikan.

Siapa Mas Wardiyono? Beliau adalah salah-satu petani Beras Sehat Martani. Bersama Kelompok Tani dan Sanggar Kebangsaan di Desa Trucuk, Klaten, beliau memproduksi beras sehat, bunga rosela dan bunga telang.

Menemani Pak Sukiman, salah-satu anggota kelompok tani, memanfaatkan kotoran ternaknya diproses menjadi pupuk untuk mencukupi kebutuhan tanaman padi di lahannya sendiri.

Ingin memperdalam pengetahuan tentang pembuatan pupuk kandang? Mas Wardiyono menyediakan waktunya untuk berbagi soal pupuk kandang dan pengolahan lahan ramah lingkungan yg selama ini sudah dipraktekkan di Trucuk, Klaten.

Jika ingin mengenal sosok petani Mas Wardiyono, berkenan kontak facebook beliau di alamat link berikut: https://www.facebook.com/profile.php?id=100005130228022.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani.

Purnomo dkk di Pawon Martani Convention Centre

Pawon atau tungku kayu bakar menjadi elemen penting di sebuah rumah jawa khas limasan. Ukuran dapur yg relatif luas memungkinkan orang untuk duduk ngobrol santai. Dekat dengan makanan dan minuman membuat diskusi menjadi lebih asik.

Purnomo, Dede, Fadli, Qoyum adalah mahasiswa Teknologi Pangan dari Universitas Mercu Buana. Mereka secara rutin datang ke Limasan Martani untuk berbagai aktivitas. Memadukan ciri khas anak muda yg kreatif dan latar belakang pendidikan pengolahan pangan, menjadikan setiap pertemuan asik untuk diceritakan.

Menjadi jembatan antara kebutuhan publik atas pangan sehat dan petani produsen yg membutuhkan bantuan untuk mengolah hasil panennya agar mendapatkan nilai lebih.