Kasur Kapuk Ndeso

Siapa yg masih memakai kasur kapuk di rumahnya? Kebanyakan orang kota sih udah beralih ke spring bed yg dirasa lebih empuk, anti alergi debu dan kekinian lah. Banyak kita di desa ya masih memakai kasur kapuk lah.
Sebuah survey diadakan di grup komunitas ternama,
Question Of My Life
kalu tidur agan suka di kasur kapuk apa spring bed?
Kebanyakan menjawab spring bed.
Penggunaan kapuk adalah kasur ukuran kecil, kasur kursi untuk leyeh-leyeh. Kenapa topik kasur ini kami angkat dan menjadi perhatian Martani Handicrafts?
Pengrajin kasur kapuk semakin sedikit jumlahnya. Pohon kapuk pun lebih banyak ditebangi diganti dengan tanaman lain yg lebih memiliki nilai ekonomi tinggi.
Apakah itu perubahan yg lebih baik? Wah perlu penelitian tuh untuk menjawab pertanyaan itu. Sekilas, kalau pohon kapuk banyak ditebang, ya lebih panas lah suhu mikro sekitarannya. Dampak ke pengrajin lokal, apa lagi itu. Mereka berbondong-bondong pergi ke kota atau TKI. Dampak lingkungan dan sosial dari sebuah perbuhan kasur kapuk.

 

Ideas Night IFI LIP Jogja

Seorang moderator mengatur jalannya diskusi terbuka.

Mengisi waktu saat pembicara pertama, moto-moto audiens yg datang, terus bertambah semakin malam.

Sebelum acara diskusi, menghadiri pameran photo seniman Prancis. Menampilkan photo-photo bertema feminsme.
Seorang artis lain, mengumpulkan potongan koran tempo dulu terkait obat kuat.

Joglo Tani Pak Suprapto

Mampirlah saat ke Jogja, ke Joglo Tani di Dusun Mandungan I, Margoluwih, Seyegan, Sleman. Ada angkringan bentuk rumah limasan jawa yg dimodifikasi, terbuka dengan meja kursi kayu santai. Wifi kenceng tersedia. Angkringan kekinian lah.

Tamu L Lithuania

Enaknya punya warung dekat situs Candi Prambanan. Tetiba Mbak Yulia telpon, mau ngajak tamu makan makanan sehat katanya. Kebetulan dia gak makan daging, nyari pecel cocok nih. Itu sudah jam 4 sore dan mereka berencana datang pukul 5.

Sayuran tersedia.

k

n

 

PETANI di Martani

Tamu kami kali ini adalah Mas Ketel (begitu sebutan ngetopnya). Beliau dari Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI). Mas Najib dan Mas Ketel mampir ke Limasan Martani, berbagi cerita tentang pengolahan lahan rendah inputan. Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Agribisnis Kerakyatan kelak tercapai.

https://plus.google.com/communities/114453486366165147614/stream/7fee8171-7e7c-4d11-aa9f-92cff2ea87d3

l

n

m

 

 

Kuda pun Minum Jamu

Omah jaran / kuda disebut gedhongan. Ada juga yg bilang kestalan. Basa Jawa memang punya banyak kosa kata dan dialek tamabahan di setiap daerah yg beda-beda. Menunjukkan kekayaan budaya daerahnya.

Kestalan yg sama …..

Kesalahan yg sama haha bahasa plesetan anak gahul

Cerita soal kuda. Di belakang Limasan Martani Tulung, pas saat buka pintu pawon dapur, ada kestalan ini. Sebagian ternak sapi sudah pindah ke kandang bersama dekat Kali Opak sebrang Jalan Pakem – Kalasan sana. Kandang kuda ini masih bertahan di sini entah bagaimana ceritanya – memberikan pemandangan menenangkan kestalan serasa di dalam lukisan, menikmati suara wrrrrrkkkkkkk dengusan sang kuda di malam hari, semilir taik kuda juga hihihi melengkapi suasana perdesaan.

Kami menggunakan taik kuda untuk campuran media tanaman di polibag, cabe, tomat, rosela, bunga telang, kenikir, bunga wijayakusuma, kacang koro, belimbing wuluh, daun pandan, daun sereh, lemongrass, papaya, tumbuh baik – pohon cabe agak kerdil kurang matahari kayaknya. Setelah dipindah, bisa lah untuk buat sambal harian.
Sebulan sekali, sang kuda diberi ramuan jamu telur ayam kampung. Dua buah telur, dipecahkan masukkan ke sepotong bambu menjadi seperti gelas, siap dimasukkan ke mulut kuda. Tidak pas sudut pengambilan potonya. Yang menarik saat mulut sang kuda diikat bagian atas rahangnya, si ibu bertugas menarik memberi kesempatan gelas bambu berisi telur bisa dimasukkan. Glek geek glek. Sambil si ibu menyiapkan dua telur berikutnya, sebuah piring plastik ditandahin di bawah mulut kuda agar tetesan sisa telur masih bisa dimasukkan lagi dicampur batch berikutnya.
Dimana letak organik atau kaitan dengan pangan sehatnya nih cerita kestalan? Potongan cerita di perdukuhan Tulung Kalasan tempat kami tinggal saat ini. Melengkapi sebuah cerita kehidupan di desa tempat padi, sayuran, sapi diproduksi. Bagian dari mengenal desa secara utuh.
Ayo main ke desa. Mengenali petani, peternak, artisan lokal.

Antropolog di Limasan Martani

14/12/16. Bapak John Mc Carthy seorang antropolog Associate Professor, Crawford School of Public Policy, ANU College of Asia and the Pacific datang bersama beberapa kolega antropolog lainnya yg sedang mengadakan pertemuan di Jogjakarta. Empat orang dosen dari beberapa universitas di Indonesia, dua anthropology berkebangsaan Australia (Lisa, Andrew) dan satu orang berkebangsaan Belanda (Gerben).

Mbak Nulwita ternyata kawan satu angkatan kami saat di Bogor. Belum sempat berkenalan waktu sekolah beberapa tahun lalu, malah baru bertemu sekarang.

Group Picture Pak John, Mbak Nulwita dkk Antropolog.

Percakapan selama makan malam diantara sesama kawan lama dan baru. Yusup adalah salah-seorang kolega Pak John, sesama peneliti CIFOR yg pernah melakukan riset di Kalimantan Barat pada tahun 90an. Kunjungan ke Boutique Restaurant Limasan Martani atas rekomendasi Mbak Indri, kawan lama kami di Bandung, yg saat ini sedang menyelesaikan PhD di ANU – muridnya Pak John.

Pendi Si Anak Kecil Menjelaskan Batik Tulis Bayat Hasil Karyanya.
Terimakasih sudah menghabiskan waktu bersama menikmati beras merah Martani dan aneka sayuran pecel dari petani lokal sehat.
Info lebih jauh tentang Dr John F McCarthy: