Lurik Bayat

Siapa yg masih memakai selendang lurik? Si Mbah pedagang di pasar-pasar di Jawa menggunakan lurik untuk menggendong barang dagangannya. Kuat untuk menahan beban, itu kelebihan kain lurik. Sayangnya kenapa tidak bisa bertahan dan dinikmati oleh para generasi milenia? Kecuali menjadi hiasan di bagian-bagian tertentu dari baju pestanya mereka.

Kain Lurik

Pembuat Kain Lurik

Apa terjadi jika lurik punah?

Tidak ada apa-apa juga sih kalau lurik tidak lagi diproduksi dan orang tidak lagi mengenal kain lurik. Benarkah? Dampak sosial sebuah perubahan budaya adalah multiply, tidak langsung terasa. Mendalam, merembet kemana-mana. Antisipasi adalah paling baik.

Kasur Kapuk Ndeso

Siapa yg masih memakai kasur kapuk di rumahnya? Kebanyakan orang kota sih udah beralih ke spring bed yg dirasa lebih empuk, anti alergi debu dan kekinian lah. Banyak kita di desa ya masih memakai kasur kapuk lah.
Sebuah survey diadakan di grup komunitas ternama,
Question Of My Life
kalu tidur agan suka di kasur kapuk apa spring bed?
Kebanyakan menjawab spring bed.
Penggunaan kapuk adalah kasur ukuran kecil, kasur kursi untuk leyeh-leyeh. Kenapa topik kasur ini kami angkat dan menjadi perhatian Martani Handicrafts?
Pengrajin kasur kapuk semakin sedikit jumlahnya. Pohon kapuk pun lebih banyak ditebangi diganti dengan tanaman lain yg lebih memiliki nilai ekonomi tinggi.
Apakah itu perubahan yg lebih baik? Wah perlu penelitian tuh untuk menjawab pertanyaan itu. Sekilas, kalau pohon kapuk banyak ditebang, ya lebih panas lah suhu mikro sekitarannya. Dampak ke pengrajin lokal, apa lagi itu. Mereka berbondong-bondong pergi ke kota atau TKI. Dampak lingkungan dan sosial dari sebuah perbuhan kasur kapuk.

 

Batik Bayat Pewarna Alam

Pendi namanya. Berasal dari Bayat, Klaten. Ibunya adalah pencanting batik sejak beliau gadis. Pendi pernah bekerja menjadi pembatik topeng kayu di sebuah workshop tetangganya. Saat ini sedang memperdalam kembali batik tulis dengan pewarna alam.

Agar tidak mencemari lingkungan, katanya sambil tetap tersenyum. Itu alasan kenapa mendalami pewarna alam.

Pada awalnya, pola yg dibuat mengikuti pakem membatik yg baku. Seiring berjalannya waktu, Pendi mulai berkespresi dengan gambar jenis baru. Ekspresi seorang seniman tidak bisa diwadahi hanya terbatas oleh aturan-aturan kaku.

 

 

 

 

Kreativitas anak-anak Bayat termasuk Pendi, diwujudkan dalam lukisan-lukisan dinding penuh sentilan kehidupan. Bisa dilihat di angkringan pas pojokan Desa Bayat. Selain dikenal sebagai Desa Wisata Batik, Bayat juga dikenal sebagai tukang angkringan. Mungkin 50% laki-laki penduduk Desa Bayat ngangkring istilah mereka. Menrantau di sekitara Jogja, Solo untuk berjualan angkringan.