Limasan Martani = Butik Resto

Seorang teman menjuluki limasan tempat workshop kami sebagai butik resto. Wah rasanya terlalu mewah istilah itu. Suguhan yg kami hidangkan adalah jajanan lokal, istilahnya. Bukan five star service. Para tetamu datang karena mereka ingin mencicipi masakan lokal yg berbahan dasar sayuran petani sekitaran. Plus cerita dibalik hadirnya makanan sampai tiba di meja.
Paling banyak tetamu yg pernah datang adalah berjumlah 15 orang. Tidak ada promosi khusus. Lewat sosmed saja dan rekomendasi kawannya kawan.
Mie sayur sambal matah kami sajikan sebagai appetizer. Mie sayur terbuat dari tepung mokaf dan terigu. Sambal matah adalah potongan cabe, tomat, bawang putih, bawang merah, bawang daun yg dicampur dengan minyak kelapa.
Sayur asem, tempe tahu mendoan. Plecing dan pecel sebagai pelengkap. Seblak krokot pilihan lainnya.

 

Testimoni Khasiat Bunga Telang

Testimoni biasanya dilakukan para konsumen pemakai satu jenis produk ttt. Misalnya obat jerawat, pemutih kulit, peninggi badan, penurun berat badan, menyebut beberapa yg kekinian.

Testimoni yg kami terima dari Si Mbah yg pada awalnya dikenalkan minum teh biru bunga telang setelah berkunjung ke Warung Martani Tulung Kalasan. Kebetulan rumah si Mbah berdekatan dengan Warung Martani.

Si Mbah datang ke Limasan Martani, minta ijin memetik bunga telang yg tumbuh di halaman. Setelah rajin menyeduh bunga telang, pegel-pegel badan berkurang, katanya. Silakan petik Mbah. Senang mendapat masukan bahwa tanaman di halaman berguna untuk orang lain.

Seorang ibu yg lain, rajin meminum seduhan bunga telang untuk mengencerkan darah katanya. Kalau beli obat di apotik ya lumayan, jadi saya minum seduhan herbal saja untuk menjaga kesehatan, imbuhnya lebih jauh. Wah malah sehat itu Bu. Herbal segar petik langsung jelas tanpa pengawet!

Ada zat pemberi rasa rileks yg dikandung dalam warna biru si bunga telang. Farmakologi secangkir teh biru bunga telang belum dituliskan secara detil, pengetahuan tentang khasiat bunga telang didapat dari penelusuran dunia maya. Tetapi testimoni seperti ini akan memperkuat bahwa herbal alami memang menyehatkan tubuh.

 Bunga Telang: Menghilangkan pegal, mengencerkan darah.

Kami mengemas bunga telang menjadi teh celup biru bunga telang. Praktis memudahkan konsumen mengkonsumsi teh biru. Tinggal seduh air panas, siap dihidangkan.

Produk terbaru kami yaitu teh celup hijau bunga telang. Yes hijau warnanya. Serbuk bunga telang yg dicampur dengan serbuk sereh wangi menghasilkan warna hijau. Cakep warnanya. Segar diminum saat hangat.

Beberapa konsumen Martani penderita maag bilang kalau konsumsi teh hijau bunga telang menghilangkan rasa melilit di perut yg biasanya menyerang para penderita penyakit ini. Sereh wangi memang dikenal punya zat untuk menyehatkan.

Serai Wangi bernama latin Cymbopogon nardus L., sedangkan sereh yg biasa dipakai memasak bernama latin Cymbopogon cytrates. Daun sereh wangi: digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang.

Teh celup ungu adalah campuran antara serbuk bunga telang dan rosela. Produk ini mulai ngehits karena warna maroonya memang sangat menarik. Beberapa konsumen mengakui kalau teh ungu bunga telang bisa disejajarkan dengan teh earl grey impor. Jajaja ….. Sukurnya teh ungu ini produk petani sendiri.

Inilah kandungan zat istimewa yang ada didalam teh rosella:

  • Dalam 100 gr bunga Rosella terdapat 260 sampai 300 mg nutrisi termasuk Vitamin  A, C dan D
  • Mengandung vitamin B diantaranya Thiamin 0,118 mg, Riboflavin 0,278 mg, Niacin 3765 mg
  • Memiliki kandungan kalsium tinggi sebesar 486 mg
  • Memiliki kandungan protein yang baik sebesar 7,6 gr
  • Memiliki kandungan zat besi yang tinggi 8.98 mg
  • Mengandung kalium dan natrium
  • Mempunyai 18 jenis Asam amino Essensial termasuk Agrinine dan zat Lysine
  • Memiliki serat yang tinggi 12 gr, betakaroten sebesar 0,029 mg, Omega 3, Magnesium
  • Zat Gossipetin, antosianin, Glukosida hibiscin, senyawa Fenolik

PETANI di Martani

Tamu kami kali ini adalah Mas Ketel (begitu sebutan ngetopnya). Beliau dari Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI). Mas Najib dan Mas Ketel mampir ke Limasan Martani, berbagi cerita tentang pengolahan lahan rendah inputan. Kedaulatan Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Agribisnis Kerakyatan kelak tercapai.

https://plus.google.com/communities/114453486366165147614/stream/7fee8171-7e7c-4d11-aa9f-92cff2ea87d3

l

n

m

 

 

Kuda pun Minum Jamu

Omah jaran / kuda disebut gedhongan. Ada juga yg bilang kestalan. Basa Jawa memang punya banyak kosa kata dan dialek tamabahan di setiap daerah yg beda-beda. Menunjukkan kekayaan budaya daerahnya.

Kestalan yg sama …..

Kesalahan yg sama haha bahasa plesetan anak gahul

Cerita soal kuda. Di belakang Limasan Martani Tulung, pas saat buka pintu pawon dapur, ada kestalan ini. Sebagian ternak sapi sudah pindah ke kandang bersama dekat Kali Opak sebrang Jalan Pakem – Kalasan sana. Kandang kuda ini masih bertahan di sini entah bagaimana ceritanya – memberikan pemandangan menenangkan kestalan serasa di dalam lukisan, menikmati suara wrrrrrkkkkkkk dengusan sang kuda di malam hari, semilir taik kuda juga hihihi melengkapi suasana perdesaan.

Kami menggunakan taik kuda untuk campuran media tanaman di polibag, cabe, tomat, rosela, bunga telang, kenikir, bunga wijayakusuma, kacang koro, belimbing wuluh, daun pandan, daun sereh, lemongrass, papaya, tumbuh baik – pohon cabe agak kerdil kurang matahari kayaknya. Setelah dipindah, bisa lah untuk buat sambal harian.
Sebulan sekali, sang kuda diberi ramuan jamu telur ayam kampung. Dua buah telur, dipecahkan masukkan ke sepotong bambu menjadi seperti gelas, siap dimasukkan ke mulut kuda. Tidak pas sudut pengambilan potonya. Yang menarik saat mulut sang kuda diikat bagian atas rahangnya, si ibu bertugas menarik memberi kesempatan gelas bambu berisi telur bisa dimasukkan. Glek geek glek. Sambil si ibu menyiapkan dua telur berikutnya, sebuah piring plastik ditandahin di bawah mulut kuda agar tetesan sisa telur masih bisa dimasukkan lagi dicampur batch berikutnya.
Dimana letak organik atau kaitan dengan pangan sehatnya nih cerita kestalan? Potongan cerita di perdukuhan Tulung Kalasan tempat kami tinggal saat ini. Melengkapi sebuah cerita kehidupan di desa tempat padi, sayuran, sapi diproduksi. Bagian dari mengenal desa secara utuh.
Ayo main ke desa. Mengenali petani, peternak, artisan lokal.

Antropolog di Limasan Martani

14/12/16. Bapak John Mc Carthy seorang antropolog Associate Professor, Crawford School of Public Policy, ANU College of Asia and the Pacific datang bersama beberapa kolega antropolog lainnya yg sedang mengadakan pertemuan di Jogjakarta. Empat orang dosen dari beberapa universitas di Indonesia, dua anthropology berkebangsaan Australia (Lisa, Andrew) dan satu orang berkebangsaan Belanda (Gerben).

Mbak Nulwita ternyata kawan satu angkatan kami saat di Bogor. Belum sempat berkenalan waktu sekolah beberapa tahun lalu, malah baru bertemu sekarang.

Group Picture Pak John, Mbak Nulwita dkk Antropolog.

Percakapan selama makan malam diantara sesama kawan lama dan baru. Yusup adalah salah-seorang kolega Pak John, sesama peneliti CIFOR yg pernah melakukan riset di Kalimantan Barat pada tahun 90an. Kunjungan ke Boutique Restaurant Limasan Martani atas rekomendasi Mbak Indri, kawan lama kami di Bandung, yg saat ini sedang menyelesaikan PhD di ANU – muridnya Pak John.

Pendi Si Anak Kecil Menjelaskan Batik Tulis Bayat Hasil Karyanya.
Terimakasih sudah menghabiskan waktu bersama menikmati beras merah Martani dan aneka sayuran pecel dari petani lokal sehat.
Info lebih jauh tentang Dr John F McCarthy: