Kenikir Obat Kanker

Salah satu bahan dasar pecel PSSM Martani adalah kenikir. Ketersediaan kenikir berlimpah. Banyak tumbuh di halaman atau pinggiran kebun dan sawah. Petani memetik dan menjual ke pasar sebagai tambahan pendapatan. Beberapa menggunakannya sebagai sayur harian.

Manakala tumbuhan bunga yang berwarna kuning jarang digunakannya sebagai ulam, yang berwarna ungu merupakan sayuran salad yang sangat populer dimakan mentah bersama nasi atau dicacah dengan budu, sambal terasi, tempoyak, serta cincalok. Spesies ini disebut ulam raja di Malaysia yang berarti salad raja

Nama latin.

Tumbuhan ini dapat digunakan untuk penyedap dan merangsang nafsu makan.

Ulamnya yang digelarkan “ulam raja” telah digunakan secara tradisional untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang, dan mengobati lemah lambung.[4][5] Ulamnya mempunyai keupayaan antioksida (AEAC) yang amat tinggi, yaitu setiap 100 gram salad yang segar mempunyai kemampuan antioksidan yang sama dengan 2400 miligram asam L-askorbik. Lebih dari dua puluh jenis bahan antioksidan telah dikenal pasti dalam kenikir. Bahan-bahan antioksidan yang utama disebabkan oleh adanya sejumlah proantosianidin yang wujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asam klorogenik, asam neoklorogenik, asam kripto-klorogenik, serta penangkap (+)-. Kemampuan kenikir untuk mengurangi tekanan oksidatif mungkin sebagiannya terdiri daripada kandungan antioksidajnya yang tinggi. Dan juga, tumbuhan ini mengandung zat kimia yang mengandung minyak atsiri,[2] saponin dan flavonoida polifenol.[4]

Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A. Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik (jalur mitokondria).[4]

… bagian ini mengutip sepenuhnya dari Wikipedia.

Dilaporkan, kenikir dapat mengusir serangga (dengan menanam kenikir di antara tumbuhan), dan alang-alang. Kami menanam kenikir bunga dan kenikir sayur di kebun percobaan Martani di Dusun Tulung, Kalasan.

Kenikir bunga kuning dan bunga oranye lebih mudah tumbuh dibanding kenikir bunga pink (yg biasa dimakan). Cosmos caudatus nama latin kenikir bunga pink. Daunnya berbau harum. Ketika kenikir rajin dipotong pucuk tunasnya, maka tunas baru akan tumbuh lebih banyak.

Ayo berkebun. Tanam sendiri sayuranmu.

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk mendapatkan biji kenikir. Kami memberikan biji kenikir kepada pembeli produk Martani Pangan Sehat.

MOL (Mikro Organisma Lokal) Pupuk Cair Fermentasi

Sempat mengalami harga tomat 250 rupiah per kg di Sawangan, Magelang pada Juli 2015. Semakin dihadapkan kenyataan bahwa food production di perdesaan adalah satu tantangan besar. Food waste konon terjadi di perkotaan, sedangkan di desa pengolahan produk mentah menjadi produk olahan yg butuh perhatian kita semua.
Produk olahan tuh tidak selalu makanan siap santap. Bisa juga fermentasi pupuk cair yg kegunaannya tidak kalah besar.

 

 

 

 

2 Nov 15. Menyaring pupuk cair fermentasi, mengolah sampah menjadi barang berguna.

Percobaan pembuatan pupuk cair kami mulai sejak menempati Warung PSSM Martani Prambanan. Dan terus kami lakukan sampai Agustus 2017, diterapkan  di kebun bunga telang – permakultur sayuran sehat. Ukuran bunga telang mencapai 7 cm, lebih besar dari rata-rata ukuran bunga telang 5-6 cm. Lihat postingan berikut soal kebun permakultur Martani Kalasan.

Bunga Telang Martani

Stiker Bunga Telang Martani by APK

Ada banyak pertanyaan, apa tuh bunga telang? Kenapa bunga telang mengeluarkan warna biru? Apa khasiat teh biru bunga telang? Apa rasa teh biru bunga telang? Makanan apa saja yg bisa menggunakan bunga telang untuk pemberi warnanya?

Bunga Telang itu namanya. Clitoria ternatea nama latinnya. Tanaman ini tumbuh merambat, oleh karenanya baik dipakai sebagai tanaman penutup / rambatan di pagar atau tembok rumah . Saat matahari pagi bersinar, morning blossom memang istilah yg pas. Puluhan bunga biru akan bermekaran menyambut anda seperti hamparan permadani motif tutul-tutul.

Ambil beberapa bunga telang segar, seduh air panas. Biarkan sejenak, aduk. Tambahkan jeruk nipis akan mengubah warna teh biru menjadi ungu. Tambahkan gula jika suka (saya sih suka rasa tawarnya).

The biru bunga telang mulai marak di warung-warung kecil, bukan hanya di cafe-cafe kota besar. Kenapa begitu. Karena kami ingin melihat si produsen petani bunga telang juga mendapat keuntungan finansial dan eksis atas usahanya mengembang-biakkan bunga telang.

Ditanam di sekitaran warung, dipetik ketika pagi, dikeringkan dan dikemas jika ada yg membutuhkan.

Sampoo ekstraksi bunga telang produksi Thailand. Belum pernah lihat ada yg produksi di Indonesia. Semoga segera ada lah. Tantangan buat kita semua untuk mengolah produk pertanian kita.

 

Jajaran bunga telang segar siap dikeringkan. Tujuan pengeringan agar dapat disimpan lebih lama. Martani menjual bunga telang kering siap seduh.

 

Tanaman bunga telang tumbuh merambat.

Order bunga telang kontak Yusup 0813.1780.5953.

Warung Pecel PSSM Prambanan – Kenikir

Warung Pecel PSSM Prambanan, begitu kami menamai tempat ini. Pecel Sego Sehat Martani. Tentunya karena di warung ini, kami menyediakan panganan sehat pecel yg bahan dasarnya diambil dari radius 20 km di sekitaran warung berada. Batasan ini sesuai dengan diskusi mancanegara tentang Food Security (ketahanan pangan) yg menganut sistem lokalitas. Bahwa bahan dasar penyusunnya bukan barang impor. Hal ini akan erat dengan harga produk.

Empat ribu rupiah saja, si pembeli dapat memilih tiga jenis nasi beras sehat Martani, beras hitam, beras merah dan beras putih Menthik Susu. Sayuran pecel PSSM adalah kenikir, bunga turi, daun pepaya, bayam potong dan jantung pisang (tergantung ketersediaan barang). Bumbu pecel menggunakan kacang tanah yg ditanam di areal sekitaran Prambanan.

Kenikir tumbuh di halaman.

Kenikir adalah sayuran yg biasa tumbuh di halaman rumah di perdesaan. Nama lain kenikir adalah ulam raja, mitir jawa, kenikir kuning. Photo di atas diambil di sebuah rumah di Bugisan.

Ada dua jenis kenikir, Cosmos sulphureus (bunga warna kuning, oranye) dan Cosmos caudatus (bunga kecil warna pink). Keduanya bisa dimakan. Mudah cara menumbuhkan tanaman kenikir. Biji disebar, tunas akan tumbuh beberapa hari kemudian.

Bahwa panganan sehat idealnya dapat diakses orang kebanyakan. Pinarak.

Bahaya Pestisida Bagi Kesehatan

Penulis: Muhammad Ulil Ahsan ulilahsan[at]gmail[dot]com

Tren konsumi makanan organik saat ini mengalami peningkatan. Itu bukan berarti bahwa makanan organik adalah hal yang baru di masyarakat. Jauh di era sebelumnya, nenek moyang kita dalam kesehariannya mengkonsumsi makanan organik. Namun dengan berlakunya sistem pangan berbasis bahan kimia, maka istilah organik mulai muncul di masyarakat. Dengan demikian makanan organik diartikan sebagai makanan yang bebas dari paparan bahan-bahan kimia seperti pestisida, insektisida, maupun hormon-hormon pertumbuhan.

Teknologi di bidang pertanian telah mempengaruhi sistem sosial, ekonomi, budaya, dan kesehatan di masyarakat. Penggunaan teknologi diklaim untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan untuk menghasilkan makanan yang lebih banyak dan lebih berkualitas. Namun, peningkatan produktivitas ini menggunakan bahan-bahan kimia untuk dipaparkan terhadap bahan pangan yang ditanaman. Bahan kimia tersebut kemudian mencemari permukaan makanan, tanah, dan air. Oleh karena itu penggunaan pestisida saat ini mulai dihindari meskipun masih sedikit presentasinya.

Pestisida merupakan subtansi kimia yang digunakan untuk tanaman pada variasi level tertentu selama budidaya maupun penyimpanan pasca-panen. Penggunaan pestisida ditujukan untuk mencegah kerusakan tanaman pangan dengan pengendalian Hama pertanian atau tanaman yang tidak diinginkan dan untuk meningkatkan kualitas tanaman (Bakirci & Hisil 2011; Bakirci et al., 2014). Pestisida memiliki sifat persisten pada lingkungan dan dapat menyebabkan keracunan kronik pada hewan dan manusia melalui air, udara dan asupan pangan (Darko et al., 2008; Loganathan, 2012; Shoiful et al., 2013). Contohnya adalah Organochlorine Pesticides (OCPs) yang sering digunakan dalam pertanian. Organochlorine pesticide dengan sifat persistensinya memiliki berbagai kemampuan untuk bertransportasi di dalam lingkungan (Park et al., 2011; Mahmood dkk, 2014) dan kemampuan bio-akumulasi dalam jaringan hewan dan tanaman pangan (Nakata et al., 2002; Mahmood et al., 2014).

Dampak penggunaan pestisida pada lingkungan telah banyak diteliti, namun yang utama adalah dampak langsungnya terhadap manusia. Meskipun dampak terhadap manusia kurang disadari dan berlangsung lama, namun berbagai ahli menyatakan bahwa pencemaran lingkungan yang salah satunya adalah penggunaan pestisida menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia. Pada bulan November 2013, Presiden Organisasi Alergi Dunia (WAO) mengatakan bahwa prevalensi kasus alergi seperti asma dan rhinitis atopic meningkat dalam beberapa decade terakhir. Ungkapnya, hal tersebut tidak lepas dari faktor lingkungan yakni polusi dari rokok, pestisida, serta berkurangnya mikrobiota alami yang dibutuhkan tubuh.

Para peneliti juga menemukan dampak pestisida yang dapat memicu penyakit Alzheimer. Alzheimer memiliki gejala berkembangnya plak amiloid pada otak yang menyebabkan kematian sel pada otak. Indikator penelitian dampak pestisida terhadap pemicu Alzhimer adalah peningkatan konsentrasi Dichloro-Dipenhyl-Trichloroethane (DDT) pada penderitanya. Sebuah study dari JAMA Neurology menunjukkan bahwa tubuh pasien penderita Alzheimer memiliki tingkat DDT empat kali lipat lebih tinggi daripada orang sehat rata-rata. Sementara itu, tim di Rutgers University dan Emory University meneliti kandungan Dichloro-Dipenhyl-Trichloroethylene (DDE) pada penderita Alzheimer. DDE merupakan hasil uraian DDT di dalam tubuh manusia. Hasil penelitian tersebut menunjukkan jumlah DDE penderita Alzheimer lebih tinggi 3, 8 tingkat daripada orang sehat dengan usia dan latar belakang yang sama.

Dampak pestisida terhadap kesehatan menjadi tren para ilmuwan meskipun membutuhkan waktu dan kajian yang lebih mendalam, mengingat pestisida merupakan zat yang terbio-akumulasi dan persisten pada lingkungan tempat penyebarannya. Untuk menghindari pencemaran pestisida di lingkungan masyarakat umumnya dan keluarga dalam lingkup yang lebih kecil, perlu pendekatan secara masif kembali terhadap pertanian dan pangan organik. Tidak hanya mengkonsumsi, namun mngetahui asal dan prosesnya. Hal tersebut diperlukan tidak hanya melindungi kesehatan keluarga dari bahaya cemaran pestisida, tetapi juga untuk pelestarian kearifan lokal dalam aspek pertanian. Pertanian organik itu sehat, pertanian organik itu cerminan kearifan lokal.

Pustaka:
National Geographic Indonesia. Daya Dukung Lingkungan Turun Sebabkan Kasus Alergi Merebak. 20 November 2013. [http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/11/daya-dukung-lingkungan-turun-sebabkan-kasus-alergi-merebak]. Diakses 14 Juli 2014.

National Geographic Indonesia. Pestisida dapat picu Alzheimer. 28 Januari 2014. [http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/01/pestisida-dapat-picu-alzheimer]. Diakses 14 Juli 2014.

Shoiful, A., Fujita, H., Watanabe, I., Honda, K. 2013. Concentrations of organochlorine pesticides (OCPs) residues in foodstuffs collected from traditional markets in Indonesia. Journal of Chemosphere. 90, 1742-1750.

Mahmood, A., Malik, R. N., Li, J., Zhang, G. 2014. Human health risk assessment and dietary intake of organochlorine pesticides through air, soil and food crops (wheat and rice) along two tributaries of river Chenab, Pakistan. Journal of Food and Chemical Toxicology. 71, 17-25.

Bacirki, G. T., Acay, D. B. Y., Bacirki, F., Ötles, S. 2014. Pesticide residues in fruits and vegetables from the Aegean region, Turkey. Journal of Food Chemistry. 160, 379-392.

Teknik Budidaya Mentik Wangi dan Mentik Susu

  • Pengolahan tanah

Pada prinsipnya pengolahan tanah adalah pemecahan bongkahan-bongkahan tanah sawah sedemikian rupa hingga menjadi lumpur lunak dan sangat halus serta ketersediaan air. Bila air dalam areal penanaman cukup banyak maka makin banyak unsur hara dalam butiran tanah yang lunak dan halus atau sering disebut koloid yang dapat larut, sehingga berakibat makin banyak unsur hara yang dapat diserap akar tanaman. Oleh karena itu, bila pengolahan tanah sawah makin sempurna, maka makin halus tanah tersebut sehingga jumlah koloid tanah makin banyak. Akibatnya unsur hara yang terikat akan makin banyak sehingga tanah makin subur.

Langkah awal pengolahan sawah yaitu memperbaiki pematang sawah dengan meninggikan dan menutup lubang-lubang yang ada di pematang sawah (istilah jawa “ tembok “ ). Selanjutnya tanah dibajak menggunakan traktor atau tenaga sapi atau kerbau. Tujuan pembajakan adalah untuk pembalikan tanah, memberantas gulma, hama penyakit terbawa tanah, serta membenamkan dan mnguraikan biji-biji padi yang tertinggal dalam tanah. Menurut pengalaman petani padi organik, cara pembajakan secara tradisonal dengan kerbau memberikan hasil lebih baik karena mata bajak tradisional akan lebih dalam masuk ke dalam tanah sehingga pengolahan menjadi lebih sempurna. Tingkat kedalaman pengolahan tanah ada hubungannya dengan produktivitas seperti tamapak pada tabel.

Tabel 1. Pengaruh Kedalaman Pengolahan Tanah Terhadap Hasil Panen

Kedalaman Pengolahan Tanah ( cm )

Hasil Panen ( gr / rumpun )

8

12,4

12

18,2

16

20,8

20

23,2

24

26,4

28

27,9

32

27,5

Sumber :  Siregar, 1987 dalam Handoko, 2002

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa makin dalam pengolahan tanah maka makin bagus produktivitas padinya. Namun pada kedalaman tertentu yaitu 32 cm hasilnya justru menurun. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan top soil yang merupakan lapisan tanah subur memang terbatas. Pengolahan tanah terbaik adalah pada kedalaman sekitar 30 cm. Setelah dibajak dibiarkan selama seminggu dalam keadaan tergenang air agar proses pelunakan tanah berlangsung sempurna.

  • Persiapan Bibit

Tidak semua varietas padi cocok untuk dibudidayakan secara organik. Padi hibrida kurang cocok ditanam secara organik karena diperoleh melalui proses pemuliaan di laboratorium. Walaupun merupakan varietas unggul tahan hama dan penyakit tertentu, tetapi umumnya padi hibrida hanya tumbuh dan berproduksi optimal bila disertai dengan aplikasi pupuk kimia dalam jumlah banyak. Tanpa pupuk kimia, padi tersebut tidak akan tumbuh subur dan berproduksi optimal.

Varietas padi yang cocok ditanam secara organik hanyalah jenis atau varietas lokal atau alami tanpa rekayasa genetik seperti rojolele, mentik wangi susu, dan pandan wangi.

Kebutuhan benih mentik wangi susu dengan model SRI adalah 5-10 kg per hektar lahan. Benih sebelum disemai diuji dalam larutan air garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung. Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut.

  • Penanaman

Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 10 – 15 hari setelah semai. Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (Jawa.) atau kondisi tanah yang basah tetapi bukan tergenang.

Pada metode SRI digunakan sistem tanam tunggal, yaitu satu lubang tanam diisi satu atau dua bibit padi. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2 – 3 cm dengan bentuk perakaran horizontal (seperti huruf L).

Jarak tanam yang digunakan dalam metode SRI adalah dengan jarak tanam sistem tegel, misalnya 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm dan jarak tanam sistem Jajar Legowo 2:1 atau 4 : 1 seperti yang tertera dalam gambar 11 dan 12. Sitem Jajar legowo 2:1, artinya setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan. Jajar Legowo 2 : 1 (40 cm x (20 cm x 10-15 cm)) adalah salah satu cara tanam pindah sawah yang memberikan ruang (barisan yang tidak ditanami) pada setiap dua barisan tanam, tetapi jarak tanam dalam barisan lebih rapat yaitu 15 cm tergantung dari kesuburan tanahnya.

Pada tanah yang kurang subur kebiasaan petani tanam cara tegel 20 cm x 20 cm, menggunakan jarak tanam dalam barisan 10 cm. Pada tanah dengan kesuburan sedang kebiasaan petani tanam cara tegel 22 cm x 22 cm, jarak tanam dalam barisan 12, 5 cm. Pada tanah yang subur 25 cm x 25 cm, jarak tanam dalam barisan 15 cm.

Sedang Jajar legowo 4:1, artinya setiap empat baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanipulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Tujuan dari cara tanam jajar legowo adalah :

1.      Memanfaatkan radiasi surya bagi tanaman pinggir.

2.      Tanaman relatif aman dari serangan tikus, karena lahan lebih terbuka.

3.      Menekan serangan penyakit karena rendahnya kelembaban dibandingkan dengan cara  tanam biasa.

4.      Populasi tanaman bertambah sesuai tipe jajar legowo yang digunakan

5.      Pemupukan lebih effisien.

6.      Pengendalian hama penyakit dan gulma lebih mudah dilakukan dari pada cara tanam biasa.

Semakin lebar jarak tanam, semakin meningkat jumlah anakan produktif yang dihasilkan oleh tanaman padi. Penyebabnya, sinar matahari bisa mengenai seluruh bagian tanaman dengan lebih baik sehingga proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman terjadi dengan lebih optimal. Jarak tanam yang lebar ini juga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi, oksigen dan sinar matahari secara maksimal.

Pengolahan Tanah Ringan

Pengolahan tanah ringan atau penyiangan pertama dilakukan pada umur 15-20 hari setelah tanam dengan  menggunakan alat “ sosrok “ ( istilah jawa ), yaitu semacam garpu kayu bergigi paku yang sudah ditumpulkan selebar 15 cm dan bertangkai. Ujung sosrok diarahkan ke tanah di sekitar tanaman dan ujung lainnya dipegang petani. Dengan gerakan maju mundur sambil sedikit ditekan, tanah di sela tanaman akan menjadi gembur oleh ujung sosrok. Bila setelah penyiangan pertumbuhan padi tampak tidak merata maka dilakukan penambahan pupuk majemuk agar pertumbuhan vegetatif padi optimal beranak banyak dan berbatang kuat. Padi umur 30-35 hari dilakukan penyiangan kedua, bila padi tumbuh segar, hijau dan batangnya kokoh maka setelah penyiangan tidak perlu dilakukan pemupukan tambahan

Pemupukan Setelah Tanam

Pada umumnya budidaya padi organik tidak menggunakan pupuk kimia. Seluruh pupuk yang digunakan berupa pupuk organik, mulai dari pemupukan awal atau dasar hingga pemupukan susulan. Pupuk tersebut dapat berbentuk padat yang diaplikasikan lewat akar maupun cair yang diaplikasikan lewat daun. Kalau seperti ini dilakukan terus menerus, maka produktivitasnya akan rendah. Padahal secara garis besar untuk produktivitas tanaman membutuhkan unsur hara dari berbagai sumber, yaitu :

1.      Kandungan unsur hara alamiah tanah setempat. Tanah secara alami telah mengandung lengkap unsur hara yang diperlukan oleh tanaman

2.      Pemberian pupuk an-organik/kimia ( terutama unsur makro ). Pada tanah-tanah yang normal ( tidak rusak ) sebenarnya hanya membutuhkan pupuk kimia +  30 % hingga 50 % saja dari rata-rata dosis rekomendasi sekarang

3.      Pemberian pupuk organik (terutama unsur mikro). Dengan memperhatikan kondisi tanah pertanian di Indonesia, ternyata masih terdapat sisa deposit unsur makro dari timbunan sisa pupuk kimia yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Di sinilah peran sebenarnya pupuk organik, yang salah satu fungsinya bisa melarutkan sisa-sisa residu pupuk kimia.

Melihat kebutuhan unsur hara untuk produktivitas tanaman tersebut, maka pemupukan yang dilakukan maka harus seimbang antara unsur makro dan unsur mikro atau biasa kita sebut umak umik. Unsur hara makro ( umak ) seperti C, H, O, N, P, K, Ca, Mg dan S, sedang unsur hara mikro seperti Fe, Cl, B, Mn, Na, Zn, dan Cu. Biasanya unsur hara ini dikenal dengan unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain. Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan atau menggantikan satu sama lainnya. Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus sendiri-sendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

  • Pengelolaan air

Proses pengelolaan air dan penyiangan dalam metode SRI dilakukan sebagai berikut :

  1. Ketika padi mencapai umur 1-8 hari sesudah tanam (HST), keadaan air di lahan adalah “macak-macak”, agar transfer oksigen ke tanah terus berjalan dan aman dari gangguan keong emas.
  2. Sesudah padi mencapai umur 9-10 HST air kembali digenangkan dengan ketinggian 2-3 cm selama 1 malam saja. Ini dilakukan untuk memudahkan penyiangan tahap pertama.
  3. Setelah selesai disiangi, sawah kembali dikeringkan sampai padi mencapai umur 18 HST.
  4. Umur 19-20 HST sawah kembali digenangi untuk memudahkan penyiangan tahap kedua.
  5. Selanjutnya setelah padi berbunga, sawah diairi kembali setinggi 1-2 cm dan kondisi ini dipertahankan sampai padi “masak susu” (± 15-20 hari sebelum panen).
  6. Kemudian sawah kembali dikeringkan sampai saat panen tiba.

Teknik Budidaya Padi Lokal Pandanwangi

Teknik budidaya padi lokal pandanwangi dengan pendekatan PTT merupakan salah-satu strategi dalam meningkatkan produksi, pendapatan petani, kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.

1.    Varietas unggul lokal pandanwangi

Varietas padi yang digunakan adalah varietas padi local Pandanwangi yang telah dilepas dan dikembangkan melalui penangkaran benih padi lokal Pandanwangi yang dikelola dan diproduksi oleh Ikatan Penangkar, Pedagang Benih (IPPB) Citra Sawargi tingkat Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur.

2.   Persemaian

  1. Siapkan persemaian seluas 4% dari luas pertanaman
  2. Persemaian tidak boleh tergenang
  3. Sebelum bibit disebar dilakukan perendaman menggunakan larutan garam
  4. sebanyak 3%
  5. Benih yang digunakan adalah benih yang tenggelam
  6. Penanaman bibit muda 10-20 hari setelah sebar
  7. Tanam 1-2 batang/rumpun Cara ini akan menghemat penggunaan benih hingga 50%

3.   Penanaman bibit.

  1. Tanam pindah dengan menggunakan caplak (sisem tegel/sistem legowo).
  2. Jarak tanam 27×27 cm atau 30×30 cm

4.   Penggunaan bahan organik

Bahan organic yang dapat digunnakan antara lain adalah limbah hortikultura, jerami,  sekam dan sampah organik lainnya dengan dosis 2 ton/hektar setiap 2 tahun sekali

5.   Pemupukan

Penggunaan pupuk dilakukan pada :

a. Umur 0-7 hari diberi dosis pupuk Urea 25 Kg, NPK Phonska 50 Kg, dan pupuk organik 1-2 ton (Pupuk hayati sebanyak 2 Lt dengan cara disemprotkan) pemberian pupuk tersebut sebagai pupuk dasar.

b. Umur 30 hari diberi dosis pupuk Urea 25 Kg,  NPK Phonska 50Kg, dan Pupuk hayati 1 Lt sebagai pemebrian pupuk pertama

c. Umur 30 hari dengan dosis 25 Kg Urea, 50 Kg NPK Phonska, dan Pupuk hayati 1 Lt sebagai pemberian pupuk kedua

d. Umur 45-60 hari diberikan pupuk hayati sebanyak 2 Lt untuk pemupukan terakhir

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Kami mempersilakan jika ada yg berkeinginan mendatangi sawah padi ramah lingkungan yg dijalankan beberapa petani di Sawangan dan Trucuk. Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk detil info dan pemesanan produk Martani Beras Sehat.

Teknik Budidaya Beras Hitam

Berikut adalah  tahapan teknik budidaya Beras Hitam.

 a.  Pembuatan Persemaian

–    Lahan persemaian merupakan lahan yang sebelumnya diberakan satu musim tanam

–    Lahan  diolah  dengan  dibajak  dua  kali,  dan  digaru  satu  kali,  sehingga tercapai tingkat pelumpuran yang baik

–    Lima hari sebelum pengolahan tanah terakhir dilakukan aplikasi herbisida pra tumbuh sebagai upaya sanitasi benih-benih voluntir

–    Pada saat  pengolahan  lahan terakhir  dibuat  bedengan persemaian  dengan tinggi 5-10 cm, lebar 100-120 cm, dengan panjang sesuai dengan kebutuhan

–    Benih dari masing-masing malai ditebar pada petakan yang terpisah dengan jarak antar petakan 40 cm. Dapat juga disebar terpisah pada keranjang/besek dan  tiap  malai  disebar  pada  keranjang  yang  terpisah  serta  diletakkan  di tempat yang aman.

–    Persemaian  dipupuk  dengan  urea,  SP  36  dan  KCl  dengan  dosis  masing- masing 15 gram/m2 , pemberian air irigasi dan pengendalian hama atau atau penyakit tanaman dilakukan secara optimal

b.   Pengolahan tanah

Lahan untuk pertanaman adalah lahan yang sebelumnya diberakan satu musim tanam. Lahan diolah sebaik mungkin dengan tahapan pekerjaan sebagai berikut :

•   Pengolahan tanah I, lahan diolah dengan bajak singkal satu kali, setelah itu selanjutnya  digenangi  air  selama  dua  hari,  kemudian  dikeringkan  selama tujuh hari

•   Pengolahan II, lahan hasil pengolahan tanah I dibajak ulang dengan rotary, untuk selanjutnya digenangi air selama dua hari, dan kemudian dikeringkan selama tujuh hari

•   Pengolahan tanah III, lahan hasil pengolahan tanah II digaru, diratakan dan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman yang ada(ratun dan gulma) selanjutnya pada saat 5 hari sebelum tanam dilakukan aplikasi herbisida pra tumbuh

•   Satu   hari   sebelum   tanam,   lahan   dikeringkan   untuk   mempermudah pembuatan jalur tanam (caplak)

c.   Tanam

•   Sebelum pelaksanaan tanam, disusun bagan/tata letak bahan tanaman pada petak pengujian

•   Bahan tanaman adalah bibit sehat yang  telah berumur  30-40 hari setelah sebar, yang berasal dari persemaian yang telah disiapkan

•   Bibit yang berasal dari satu varietas/galur ditanam 1 bibit per lubang tanam, dengan jarak 25 x 40 cm

•   Sisa  bibit  dari  masing-masing  varietas  disimpan  sebagai  dederan,  untuk digunakan sebagai bahan tanaman pada saat penyulaman

•   Petak percobaan diberi label nomor  petak dan nama  varietas  pada setiap ujung baris pertama dari setiap varietaas

•   Penyulaman dilakukan 20-30 hari setelah tanam dengan menggunakan bibit  sehat yang berasal dari dederan masing-masing varietas

•   Setelah penyulaman selesai dilakukan, bibit yang ada di dederan dibuang , agar tidak menjadi sumber inokulum hama dan penyakit tanaman

d.   Pemeliharaan Tanaman

•   Pada saat tanaman berumur 2-3 hari setelah tanam (hst), kondisi air tetap dipertahankan  dalam  keadaan  macak-macak.  Setelah  itu  sesuai  dengan tingkat   pertumbuhan   tanaman,   genangan   air   irigasi   secara   bertahap diusahakan mencapai 5 – 15 cm

•   Pemupukan dasar dilakukan segera   setelah tanam dengan dosis 100 kg/ha Urea, 100 kg/ha SP 36  dan 100 kg/ha KCl. Bersamaan dengan pemupukan dasar  tersebut  diaplikasikan  pula  insektisida  butiran  carbofuran  dengan dosis 18 kg/ha

•   Penyiangan I dilakukan secara manual dengan lalandak pada saat tanaman mencapai fase anakan maksimum

•   Setelah  penyiangan  I  selesai  dilakukan,  aplikasi  pupuk  susulan  pertama diaplikasikan dengan dosis 100kg/ha

•   Pada  saat  tanaman  mencapai  fase  primordia,  dilakukan  penyiangan  II dengan lalandak secara manual

•   Setelah  penyiangan  II  selesai  dilakukan  dilanjutkan  dengan  pemupukan susulan kedua dengan dosis 100 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KCl

•   Pengendalian  hama  dan  penyakit  dilakukan  secara  intensif  dengan  tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu

Teknik Budi Daya Beras Merah

Persiapan Lahan

a. Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput dari sisa tanaman atau gulma liar.

b. Kemudian hanya di cangkul tanpa digaru atau di bajak (minimum tilage)

c. Pemberian pupuk, biasanya menggunakan pupuk kandang.

Penanaman

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara:

a. Penanaman padi adalah sistem TABELA atau tanam benih langsung.

b. Pemberian lubang menggunakan tongkat kayu untuk menanam benih dengan kedalaman 3-5 cm dan jarak 20×20 cm.

c. Setiap lubang yang sudah di tugal di beri benih sebanyak 4-7 benih.

d. Kemudian tanah ditutup kembali.

Pemeliharaan

a. Penyulaman

Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam dengan mengganti tanaman yang mati atau terlihat tidak sehat.

b. Penyiangan

Pada pemeliharaan hanya dilakukan penyiangan rumput, tanpa ada pengairan karena hanya mengandalkan air tadah hujan. Penyianagan dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai.

c. Pengendalian hama dan penyakit

Dilakukan apabila tingkat serangan > 5 %, dilakukan penyemprotan dengan pestisida. Apabila < 5 % tingkat serangannya, maka dilakukan pengendalian secara manual. Pemupukan biasanya menggunakan pupuk organik atau anorganik, pupuk organik dengan pupuk kandang yang diberikan kepada tanaman setelah berumur tiga minggu.dan pupuk anorganik seperti urea, TSP dan KCL.  Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam.

d. Pemanenan

Padi merah mempunyai umur panen sekitar 5-6 bulan setelah tanam. Pemanenan padi merah didaerah gunung kidul yogyakarta dilakukan dengan menggunakan ani-ani atau arit. Pemetikan biasanya oleh para ibu-ibu dan upah pemanenan yaitu bukan dibayar dengan uang melainkan dengan bagi hasil untuk setiap padi yang dipanen.  Jika penggunaan arit petani memotong tanaman padi pada batang sekitar 10 cm dari pangkal batang, dan pemanenan dengan cara ini biasanya laki-laki yang melakukannya.