Resep Telur Biru Bunga Telang Martani

Telur biru wow wow …

Cara membuat:

  1. Rebus 6 buah telur sampai matang. Ambil panci, isi 3 gelas air, didihkan, masukkan telur. Biarkan mendidih 15 menit. Tunggu sampai rebusan telur cukup dingin untuk dikupas kulitnya.
  2. Ambil panci, isi 1 liter air. Didihkan. Masukkan 5 gram (kurleb 90 petal) bunga telang kering (kalau punya bunga telang segar josss). Tunggu 3 menit sampai air berubah menjadi air biru.
  3. Masukkan telur matang ke dalam air biru. Didihkan selama 10 menit.
  4. Masukkan telur rebus dan air biru ke dalam toples setelah dingin. Simpan di dalam kulkas selama 2 hari.

Kontak Najib 0811.2640.242 untuk mendapatkan bunga telang kering siap seduh. Kunjungi toko online kami di Shopee.co.id/Tanindi.id dan Tokopedia.com/MartaniJogja 

Pengeringan Bunga Telang Martani

Setelah berhasil mengajak si Mbah menanam bunga telang pada awal Mei 2017, sebulan kemudian kami menawarkan untuk juga mengeringkan bunga telang, agar siap jual. Secara bertahap pendampingan dilakukan. Pada bulan Agustus, pasokan bunga telang kering hasil pengeringan si Mbah sudah ajeg produksinya.

jemur telang
Jan 2018. Memisahkan setiap bunga telang agar kering sempurna.

Pengeringan bunga telang mengandalkan sinar matahari. Menggunakan energi yg ada dan berlimpah. Teknologi sederhana, murah tanpa tambahan biaya selain tenaga kerja manusia.

Ketekunan untuk memisahkan setiap petal bunga telang agar mendapatkan bunga telang yg kering sempurna. Bunga telang mengandung kandungan air yg tinggi. Pengeringan dilakukan agar kadar air bunga telang berkurang sehingga bunga telang tidak cepat busuk – bisa didistribusikan ke konsumen di berbagai daerah.

Jika pengeringan tidak sempurna, terjadi pada musim hujan Oktober – November, bisa dilihat timbul lapisan putih seperti jamur. Warna seduhan bunga telang berlapis putih ini, tetap biru. Hanya tampilannya saja yg dirasa kurang.

Pada saat musim hujan, kami menyarankan agar pemetikan bunga telang dilakukan siang hari, saat sisa air hujan malam hari mulai mengering. Hal lain yg kami sarankan adalah mengurangi jumlah panenan bunga telang. Petik seperlunya. Anggap itu sebagai batas kemampuan (carrying capacity).

 

Pembagian Waktu dan Kerja

Panen bunga telang dilakukan oleh dua orang, pada awalnya. Memasuki bulan ke 4 ketika 130 rumpun bunga telang sudah berbunga sempurna, si Mbah mengajak anak, mantu dan cucunya untuk membantu. Pada hari Minggu, pemetik bunga telang bisa 5-7 orang. Pada hari biasa, 4 orang.

jemur telang 2

Kegiatan mengeringkan bunga telang dilakukan pada siang hari setelah panen bunga telang dan aktivitas ke sawah di pagi hari. Bunga segar ditaburkan di atas tampah, dijemur di bawah sinar matahari. Setelah layu, sekitar satu hari penjemuran langsung, bunga telang dipisahkan manual dengan tangan. Agar bunga telang tidak menumpuk.

bunga telang martani
Tampah pengeringan bunga telang hari ke-3.

Pada hari kedua pengeringan, setelah bunga telang dipisahkan satu-persatu, tampah bunga telang di taruh di lemari pengering. Sebuah lemari yg terbuat dari plastik hitam. Pada hari ketiga, pengeringan cukup dilakukan dengan diangin-angin. Siap untuk dikemas.

Nasi Biru Bunga Telang

Sebagai pengganti waktu, kami mengusulkan agar mulai masuk tahapan berikutnya. Yaitu mengolah bunga telang menjadi makanan siap santap. Nasi kucing biru bunga telang menjadi opsi. Perlahan si Mbah Putri mulai memasak untuk dititip ke penjual snack di pasar.

Setelah beberapa saat, pesanan nasi kucing biru mulai berdatangan. Mulai dari tetangga dan Bu Dukuh, memesan nasi kucing untuk acara nonton wayang bareng di Balai Desa.

Getuk biru bunga telang dan karak biru adalah hal berikutnya yg si Mbah Putri mampu produksi.

Martani: Olah Rasa Mbangun Jiwa

Martani merupakan entitas bisnis pangan sehat yang bertujuan untuk berkontribusi pada proses membangun jiwa bangsa melalui olah rasa pangan. Martani dibentuk pada tanggal 23 Maret 2014, di Bogor dan sekarang berdomisili di Taman Martani, Kalasan, Sleman. Usaha pokok Martani adalah perdagangan pangan sehat hasil produksi petani di sekitar DIY-Jateng: beras, palawija, umbi, herbal, serta olahan pangan.

Martani merupakan bahasa Jawa, sebagai laku (predikat) mempunyai arti “menghidupi” dan sebagai subyek/obyek dimaknai sebagai “sumber penghidupan”. Martani dapat dipandang sebagai penggabungan dua suku kata: Mart dan Tani, Mart dalam Bahasa Inggris berarti pasar, dan Tani berarti petani. Sehingga Martani dapat dimaknai sebagai pasarnya petani, “tempat” dimana petani dapat memasarkan produknya.

Misi Martani sebagai entitas bisnis adalah menyediakan pangan lokal sehat secara ajeg dan mendapatkan keuntungan. Sehat dalam hal ini adalah tanpa pestisida, pengawet, pewarna, perasa, pengenyal (5P) buatan; lokal: dapat ditelusuri asal dan cara produksinya, serta minimal kandungan impor dan produksi pabrikan besar; dan ajeg: produksi, penyediaan dan pelayanan lancar secara kuantitas dan kualitas.

Prinsip kerja Martani adalah jujur, saling percaya, dan saling menguntungkan. Olah rasa mbangun jiwa menjadi visi pengarah Martani, secara bersama mengalami dan memaknai untuk saling menghidupi.

Martani bekerja bersama berbagai pihak yang sejalan dengan peran masing-masing.

  • Rumah Tepung Lokal (RTL): aliansi kelompok mahasiswa UMBY (Universitas Mercu Buana Yogyakarta), komunitas pengrajin tepung, dan komunitas pengrajin pangan berbasis tepung. (http://rumahtepunglokal.blogspot.co.id)
  • Martani bersama RTL melakukan kajian dan juga edukasi publik tentang tepung lokal, serta mengembangkan resep-resep panganan bukan terigu. Saat ini sudah menemukan ramuan awal tepung lokal (tepung premix) untuk pembuatan mie, roti, dan gorengan. (https://www.instagram.com/rumahtepunglokal)
  • Tanindi: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana TPHP UGM (Teknologi Pengolahan Hasil Pangan, Universitas Gadjah Mada). Martani bersama Tanindi mengembangkan perdagangan hasil tani, tepung lokal, dan olahan kembang telang. (https://shopee.co.id/tanindi.id) (http://bungatelangmartaniprambanan.blogspot.co.id)
  • Tani Kepyar: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana TIN – FATETA IPB (Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor). Martani bersama Tani Kepyar dan KWT (Kelompok Wanita Tani) di Pakem mengembangkan usaha olahan jajanan tradisional bebas terigu dan mie minim terigu. (https://www.instagram.com/ardianpulihk)
  • Snack Fresh: kelompok usaha yang dimotori oleh sarjana perempuan TPHP UGM. Martani bersama Snack Fresh mengembangkan usaha roti dan kue kering bebas terigu. (https://www.instagram.com/utiilatifah)

Salad Buah Dressing Lelehan Coklat Celebes

Salad Buah Dressing Coklat

Bahan: Pisang (50 gram), Nanas (50 gram), Mangga (50 gram), Buah Naga (50 gram), Pepaya (10 gram), Maizena (2 gram), Dark Chocolate (4 gram), Gula Pasir (10 gram), Air (40 ml)

Jumlah Kalori per Sajian: 150 kkal

Cara Pembuatan

Untuk membuat fla coklat panaskan air lalu masukan gula pasir, dark chocolate, dan  maizena, aduk sampai rata. Kemudian potong buah sesuai selera untuk kemudian di lumuri dengan fla coklat. Resep tersebut digunakan untuk 1 porsi salad.

Brownies Gluten Free Martani

Brownies Gluten-Free

Bahan: Telur Ayam (3 butir), Gula Semut (100 gram), Tepung Mokaf (125 gram), Maizena (1 sdm), Bubuk Coklat (15 gram), Minyak (5 sdm), Dark Chocolate (150 gram), Kacang Mete (20 gram)

Jumlah Kalori per Sajian: 350 kkal

Cara Pembuatan

Kocok telur beserta gula. Campurkan tepung, coklat bubuk, telur, dan gula. Cairkan dark chocolate beserta minyak, tunggu dingin lalu masukan kedalam adonan tepung. Kocok sampai tercampur rata. Oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius. Resep tersebut mampu untuk membuat 6 sajian brownies.

Cake Pisang Gluten Free

Cake Pisang Gluten-Free.

Bahan: Telur  (3 butir), Gula Pasir (100 gram), Kayu Manis (1/4 sdt), Minyak Kelapa (5 sdm), Tepung Beras (125 gram), Pati Jagung (1 sdm), Baking Powder (1/2 sdt), Pisang (250 gram), Susu Kental Manis (1 sachet)

Jumlah Kalori per Sajian: 150 kkal

Cara Pembuatan

  • Telur, gula, kayumanis, dan minyak kelapa dikocok hingga mengembang.
  • Siapkan tepung beras, maizena, baking powder dalam satu wadah.
  • Lumat pisang beserta susu kental manis.
  • Campurkan adonan pisang ke dalam adonan telur kemudian masukan adonan tepung.
  • Panaskan adonan dalam oven selama 25 menit dengan suhu 150 derajat celcius.

Lumpia Martani Gluten-Free

Lumpian GF begitu biasa disingkat.

Bahan:

  • Tepung Mokaf (500 gram),
  • Pati Singkong (200 gram),
  • Pati Garut (200 gram),
  • Tepung Beras (100 gram),
  • Garam (12 gram),
  • Minyak Kelapa (20 ml),
  • Ayam (250 gram),
  • Krupuk (250 gram), kami menggunakan kerupuk tapioka tanpa MSG (#bukananakmicin)
  • Wortel (200 gram),
  • Kubis (200 gram),
  • Timun (200 gram),
  • Bawang Merah (25 gram),
  • Bawang Putih (15 gram),
  • Merica (4 gram),
  • Gula (8 gram),
  • Telur (4 butir).

Jumlah Kalori per Sajian: 125 kkal

Cara Pembuatan

Isian: Potong kecil wortel, kubis, dan timun kemudian rebus. Kerupuk direbus kemudian ditiriskan. Tumbuk bawang merah, bawang putih, merica, gula, garam lalu ditumis. Buang air rebusan sayuran lalu masukan tumisan bumbu dan kerupuk. Ayam digoreng kemudian disuwir untuk dimasukan ke dalam adonan isian lumpia.

Kulir: Kocok telur terlebih dahulu lalu tambahkan bahan tepung. Tuang air sedikit demi sedikit hingga tercipta adonan dengan kekentalan yang diinginkan. Lalu siapkan Teflon panas. Tuang adonan kulit untuk dibentuk sesuai selera (ketebalan). Adonan diatas mampu untuk membuat 45 sajian lumpia.

Setelah  kulit dan bahan isian lumpia jadi, gulung isian lumpia dengan kulit dan panggang dalam oven selama 40 menit.

Ketika menggunakan tepung lokal, sulit untuk mendapatkan hasil kulit lumpia yang tipis karena tepung lokal tidak memiliki kandungan gluten yang akan membuat adonan elastis.

Resep Mendoan Gluten-Free

Siapa tidak kenal mendoan. Makanan khas Banyumasan, tempe dalam bentuk lembaran besar 20 x 10 cm, digoreng setengah matang. Kelebihan mendoan yg kami tawarkan adalah tepungnya terbuat dari campuran beberapa tepung lokal. Yes! tanpa tambahan tepung terigu.

Bahan:

  • Tempe Mendoan (20 lembar),
  • Pati Singkong (40 gram),
  • Tepung Mokaf (220 gram),
  • Pati Ganyong (40 gram),
  • Tepung Beras (100 gram),
  • Bawang Putih (10 gram),
  • Ketumbar (4 gram),
  • Garam (8 gram),
  • Daun Bawang (2 helai),
  • Air (650 ml).
    Jumlah Kalori per Sajian: 70 kkal

Cara Pembuatan

  • Campurkan bahan tepung.
  • Tumbuk ketumbar, bawang putih dan garam, kemudian campurkan ke dalam campuran tepung.
  • Potong halus daun bawang lalu masukan ke dalam campuran tepung.
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh kekentalan adonan yang diinginkan.
  • Baluri tempe mendoan dengan adonan tepung lalu goreng dalam minyak panas (minyak tua).
  • Mendoan digoreng setengah matang untuk mendapatkan tekstur lembek yang memang menjadi ciri khas dari mendoan.

Formula tepung: @ardianpulihk

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk mendapatkan tepung premix gorengan gluten free.

Bunga Telang Martani & Lomba Angka Kecukupan Gizi Keluarga

Pernah dengar istilah AKG dan B2SA? Angka Kecukupan Gizi dan Bergizi Berimbang Sehat dan Aman.

Lomba Menu B2SA, Bergizi, Berimbang, Sehat, Aman diadakan oleh Kabupaten Sleman. Martani diminta Bu Camat untuk mewakili Kecamatan Kalasan.

Ibu Bupati Sleman (istri) berkenan mendengarkan penjelasan tentang bunga telang Martani.

Menjadi tantangan menyajikan menu berbahan dasar lokal sehat dengan kalori sesuai dengan usia dan jenis kelamin, dan batasan bujet harian sebuah keluarga.

Sukun tumbuk. Alternatif smashed potatoes yang kentang ne diganti pake breadfruit. Gak pake beras, gak pake terigu. Cita-cita ne mulia. Ingin orang hidup sehat berkecukupan gizi dan seimbang. Prakteknya terserah anda, menjadi konsumen cerdas yg mengenal asal makanan dan pembuatnya.

Sukun tumbuk bukan smashed potato

v

d

c

c

c

c

d

 

c

Pelatihan Pengolahan Tepung Lokal Produk Pertanian Kulonprogo

Pelatihan Pembuatan Tepung beririsan dengan kegiatan Pengenalan BPJS Ketenagakerjaan (dulunya Jamsostek). Among Rasa Menoreh (ARM) menjadi host kegiatan ini, sedangkah pelatihan dilaksanakan oleh Fahmi dan Najib dari Food for Nation (FFN). Pelatihan tahap awal dilaksanakan di Desa Banjararum dan Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo, Minggu 16 Juli 17.

ARM melihat banyaknya produk petani lokal yg berlimbah dan dihargai murah, terutama saat musim panen. Pengolahan bahan mentah menjadi bahan setengah jadi akan memberi nilai ekonomi yg bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. ARM akan membantu memasarkan produk masyarakat yg diproduksi dengan cara baik dan bahan dasar produk pertanian setempat yg berlimpah.

Lokasi Pertemuan #1: Rumah Bu Erna, Banjararum.

Acara dimulai pukul 10.10. Peserta yg hadir 15 orang ibu-ibu dan remaja.

Dimulai dengan pembukaan oleh Mbak Erna. Yusup, menjelaskan tentang tujuan kegiatan dan perkenalan setiap peserta yg hadir. Fahmi dan Najib dari FFN melanjutkan dengan presentasi cara pembuatan aneka tepung dari umbi lokal dan diskusi seputaran pangan sehat dan pengolahannya.

Diskusi bergulir bebas seputaran harga umbi dan tepung lokal, potensi beberapa umbi yg ternyata punya nilai ekonomi tinggi seperti porang (atau iles-iles) yg saat ini belum diolah. Ibu-ibu bersemangat setelah ditunjukkan harga sebuah umbi suweg di Tokopedia, 350 ribu. ‘Saya jual 100 ribu, ibu mau beli?’, komentar seorang peserta.

Seorang ibu yg sering membantu kakaknya membuat slondok, berbagi pengalaman soal aneka rasa slondok. Penambahan bawang menjadikan slondok produksinya berbeda. Selalu habis tidak ada stok karena memenuhi pesanan orang yg tinggal di Jakarta, tambahnya.

Seorang ibu pembuat jamu kunyit tertarik dengan ide mengemas aneka jamu dalam bentuk kering, instan siap seduh. ‘Teh celup kunyit jahe, wah saya mau coba itu’.

Beras sehat untuk semua.

Mas Mika diminta ibu-ibu untuk memperkenalkan diri lebih jauh terkait BPJS Ketenagakerjaan. Peserta antusias mendengarkan, beberapa bahkan bertanya bagaimana cara mendaftarkan diri.

Nasi biru bunga telang semur jengkol.

Mencicipi nasi kucing biru bunga telang dengan lauk sayur gori buatan Bu Solih dari Warung Martani Tulung Kalasan. Serabi hijau serbuk katuk dan serbuk kelor juga dihidangkan. Aneka hidangan berbahan dasar lokal ini diharapkan menjadi inspirasi peserta tentang hasil akhir aneka tepung yg nantinya akan mereka produksi.

Pertemuan berikutnya rencananya akan dilaksanakan tgl 24 Juli pukul 3 sore di rumah Mbak Erna. Praktek pembuatan tepung suweg dan teh celup jamu kunyit. Peserta adalah kelompok yg ini ditambah 20 orang dari PKH – Program Keluarga Harapan Banjararum (menunggu konfirmasi).

Menunggu truk yg akan mengangkut hasil panen singkong. 1500/kg.

Lokasi Pertemuan #2: Dapoer Budaya Banjarasri

Acara dimulai pukul 13.50 di Dapoer Budaya Banjarasri. Seperangkat gamelan berada di satu sudut rumah yg disepakati menjadi ruang publik. Secara rutin kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak akan berlatih memainkan gending jawa.

Mbak Wartini membuka acara, disusul Pak Yusup. Memberi kesempatan kepada Mas Mika untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan singkat soal BPJS Ketenagakerjaan. Pelatihan dan diskusi pengolahan produk pertanian dipandu Najib dan Fahmi dilakukan sampai pukul 4 sore.

Pelatihan Tepung Lokal di Dapoer Budaya Banjarasri Kalibawang

Peserta tercatat 41 orang. Pak Carik berkesempatan hadir dan mengikuti perkenalan yg disampaikan Mas Mika. Diskusi awal soal asuransi sempat terjadi.

Pelatihan berikutnya tgl 24 Juli pukul 7 malam, adalah sesuai kelompok minat. Sejauh ini terbentuk tiga kelompok, yaitu pengolahan tepung singkong mokaf, kelompok pengolahan air kelapa nata de coco dan pengolahan bubuk coklat. Masing-masing peserta anggota kelompok akan meyiapkan bahan, merajang, merendam bahan untuk dibawa pada hari pelatihan.

Biji bunga telang untuk ditanam di pekarangan. Ayo berkebun.

Usai pertemuan, ibu-ibu menyempatkan membawa pulang biji bunga telang yg kami sediakan. Masyarakat memang sudah memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman TOGA dan sayuran. Di halaman Dapoer Budaya dipenuhi tanaman cabe yg ditanam di dalam polibag.

Geblek, growol dan tempe benguk, siapa yg tidak mengenal jajanan khas Kulonprogo. Aneka olahan dari singkong. Growol adalah hasil fermentasi yg untuk jaman itu saja sudah sangat futuristik, mengingat kandungan gula sederhana hasil fermentasi yg bagus untuk pencernaan tubuh kita.

Pertemuan di desa akan disuguhi teh hangat manis, bukan minuman plastik dalam kemasan yg sekali pakai langsung buang. Sehat untuk tubuh dan lingkungan. Terimakasih ibus….

Pete! Bulan Juli ini adalah musim panen pete di Pegunungan Menoreh.

Kontak Yusup Martani (0813.1780.5953) untuk pemesanan produk masyarakat, kunjungan ke Dapoer Budaya Banjarasri, dan pengaturan pelatihan aneka pangan lokal sehat untuk kelompok masyarakat.