Beras Hitam Martani

Penduduk menyebut beras hitam dengan nama berbeda-beda. Di China, beras hitam disebut Beras Terlarang, karena di masa kekaisaran Cina hanya boleh dikonsumsi para bangsawan dan rakyat dilarang memakannya. Di Solo, beras ini dikenal dengan nama Beras Wulung, di Cibeusi, Subang, Jawa Barat beras Gadog, di Sleman beras Cempo Ireng atau beras Jlitheng, dan di Bantul beras Melik.

Beras hitam mengandung banyak aleuron dan endospermia memproduksi antosianin sehingga warna beras menjadi ungu pekat mendekati hitam. Zhimin Xu, staf pengajar Ilmu Pangan di Louisiana State University of Agricultural Center di Baton Rouge, Louisiana melaporkan bahwa selain antioksidan, antosianin, beras hitam juga mengandung kadar gula yang lebih sedikit, lebih banyak serat dan vitamin E. Disamping rasanya yang enak, pulen, dan wangi, beras hitam juga memiliki keunggulan lain, misalnya manfaatnya bagi kesehatan.

Kandungan Gizi

Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Berbagai studi menunjukkan bahwa antioksidan antosianin dapat mengurangi kadar kolesterol lowdensity lipoprotein (LDL), atau kolesterol jahat di dalam darah dan dapat membantu memerangi penyakit jantung. Penelitian mengenai kandungan nutrisi beras menunjukkan bahwa beras hitam mengandung zat besi sebesar 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis. Tingginya kandungan zat besi menjadikan beras hitam sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita anemia.

Beras hitam mengandung sedikit protein, namun kandungan besinya tinggi yaitu 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis yang kandungan besinya berkisar antara 2,9-4,4 ppm. Beras hitam juga indek glikemiknya rendah <55 sehingga cocok untuk penderita diabetes.

Berdasarkan indeks glikemik, makanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah (indeks glikemik <55), makanan dengan indeks glikemik sedang (indeks glikemik antar 55-75) dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (indeks glikemik >75) 23.Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Indeks glikemik beras hitam adalah sekitar 42,3±9,0, sedangkan indeks glikemik dari beras putih adalah 82,3±3,1.

Berdasarkan kelompok tersebut beras hitam termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah dan beras putih termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak bagus untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang mengalami gangguan keseimbangan kadar gula darah.

Zat besi dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Pengkayaan zat besi pada beras untuk mengatasi anemia yang dewasa ini digalakkan tampaknya perlu mulai berpaling pada beras hitam atau beras merah.

Tabel 1. Hasil analisis nutrisi beras hitam

Nutrisi Beras Hitam
Pati (%)
Amilosa (%)
Amilopektin (%)
Bheta caroten (mg/100 gr)
Antosianin (ppm)
75,5158
22,9728
51,5429
804,5429
393,928

Beras hitam mempunyai beberapa keunggulan yaitu selain nasinya lunak dan wangi juga nasinya pulen karena kadar anilosanya mendekati 22%. Menurut Soemantri et al., 2005, kadar anilosa antara 20%-22% termasuk padi yang mempunyai nasi pulen. Selain kepulenan, ada keistimewaan lain bahwa beras hitam ini memiliki kandungan Betha caroten dan antosianin yang cukup tinggi. Betha caroten dan antosianin ini merupakan jenis yang paling potensial dalam melarutkan radikal bebas. Ada beberapa sumber antioksidan alami yaitu vitamin E, vitamin C, antosianin dan Betha-caroten (http ://forlima-wordpress.com.2008). Riset menunjukkan, warna beras kian gelap, pigmen anti penuaan di lapisan luar beras kian menonjol. Sudah tentu, peran pigmen beras hitam adalah paling baik diantara berbagai jenis beras berwarna, yang disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi, sehingga warna ungu pekat mendekati hitam.

Warna hitam pada beras adalah zat warna antosianin yang merupakan pigmen tanaman dan merupakan komponen flavanoid yaitu turunan polifenol pada tumbuhan yang memiliki kemampuan antioksidan dan anti kanker. Selain berfungsi sebagai antioksidan, kegunaan lain pada flavanoid adalah meningkatkan air susu ibu. Beras hitam mengandung asam folat lebih tinggi dibanding beras putih. Hal ini juga membuat beras hitam unggul dalam memperlambat proses berkurangnya daya ingat dan dapat menyingkirkan sumbatan pembuluh darah pemicu serangan stroke dan jantung koroner.

Kandungan serat makanan yang relatif tinggi (diatery fiber) sangat baik bagi pencernaan sehingga dapat mencegah sembelit. Kandungan serat yang tinggi juga membuat kita lebih kenyang dan tidak mudah lapar sehingga cocok untuk pola diet. Dengan mengkonsumsi beras hitam menyebabkan indeks gula darah lebih rendah dibanding beras biasa. Rendahnya indeks gula dalam darah menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah lebih lambat dibanding dengan kentang atau roti sehingga dapat menjaga kestabilan jumlah energi dan akhirnya dapat mengendalikan diabetes. Oleh karena itu, penderita penyakit kencing manis, pembuluh darah dan jantung dapat mengkonsumsi beras hitam ini sebagai makanan penyehat badan. Informasi hasil penelitian para ahli yang lain, beras hitam mempunyai khasiat meningkatkan ketahanan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah dan mencegah anemia.

Mari mengkonsumsi beras hitam yang penting untuk kesehatan sekaligus sebagai usaha pelestarian plasma nutfah padi beras hitam. Beras hitam merupakan salah satu pangan fungsional yang perlu kita lestarikan. Pangan fungsional dapat diartikan sebagai pangan yang secara alami atau telah melalui proses tertentu mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan (Kristamtini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *