Among Rasa Menoreh (AMR) Kulon Progo

Buka puasa bersama kawan Komunitas Menoreh, Sabtu, 17 Juni 2017. Sedianya buka bersama akan diadakan di Dapoer Budaya Menoreh Banjarasri, dialihkan ke kediamannya Mbak Erna di Dekso, Kalibawang, Kulon Progo.

Empat pemuda dari kelompok pertukangan Muda Taruna Makmur (MTM) Pagerharjo, empat orang dari Kaoem Telapak Jogja (KTJ) menjadi peserta pertemuan kali ini. Yusup Maguantara dari Martani Pangan Sehat menghantar catatan tentang Among Rasa Menoreh. Sebuah kajian sekaligus ajakan untuk kita semua agar mengkonsumsi produk sehat petani lokal. Bangga dengan produksi sendiri, mencari cara inovatif agar terus mengikuti perkembangan jaman, mengedukasi publik tentang pangan lokal sehat.

Hidangan pembuka kolak, kombucha bunga telang, geblek dan tempe benguk khas Kulon Progo, cookies tepung singkong momoza dan coklat Makasar. Mengkonsumsi produk kopi dari daerah Samigaluh, mengolah sendiri biji kopi untuk konsumsi sendiri. Meningkatkan nilai jual, lebih sehat.

Mengolah dan Menyajikan Kopi Menoreh untuk konsumsi harian kita. #digilingbukandisobek

Gagasan ARM (Among Rasa Menoreh)

Pertama

  • ARM: lengan untuk merangkul dan menggandeng
  • Among: membimbing, menjaga, menggembala
  • Rasa: ekpresi dari penggunaan indra tubuh, hati dan pikiran
  • Menoreh berasal dari kata dasar toreh. Menoreh memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga menoreh dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.
  • Menoreh adalah sebuah bukit yang membentang dari selatan ke utara. Perbukitan Menoreh juga memiliki fungsi sebagai batas wilayah antara Kasultanan Yogyakarta dengan Karesidenan Kedu. Dimana bagian dari Yogyakarta masuk wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, sementara untuk wilayah Kedu ada dibawah naungan Kabupaten Purworejo serta Kabupaten Magelang.
Among Rasa Menoreh lengan untuk merangkul berbagai produk lokal Kawasan Pengunungan Menoreh.

Kedua

  • Banyak potensi SDA, hasil budidaya dan olahannya di Wilayah Pegunungan Menoreh: kayu rakyat, buah, padi, palawija, umbi-umbian, sayuran, kelapa, palawija, coklat, kopi, teh….tempat wisata alam dan religi…
  • Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan sendiri
  • Program bela-beli Kulon Progo mensiratkan adanya rasa tidak percaya diri, bangga dan menghargai hasil dan produk diri sendiri….. pernahkah warga Kulon Progo mencicipi gula semut? Padahal produk gula semut dari daerah ini sudah sampai diekspor ke Eropa dan Amerika.
Potensi SDA Pegunungan Menoreh; kayu rakyat, buah, padi, palawija, umbi-umbian, sayuran, kelapa, palawija, coklat, kopi, teh….tempat wisata alam dan religi.

Ketiga

ARM: wadah atau entitas bisnis yang akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi Menoreh. Pada satu rangkaian kereta, meski berbeda kelas ekonomi, bisnis, VIP tetapi akan secara bersama mencapai tujuan.

  1. Tradisional non profit (LSM) dengan aktivitas income generating
  2. Perusahaan tradisiobal profit perusahaan dengan CSR

ARM berada diantara 1 dan 2…. : keterlibatan, inovasi, aktivitas ekonomi, perubahan sosial.

Inovasi tiada henti untuk mengolah produk pertanian lokal sehat.

Apa yang diperlukan: inovasi sosial yang mampu mengubah struktur relasi sosial dan hadirnya individu bervisi, kreatif, berjiwa wirausaha, dan ber-etika di belakang gagasan inovatif tersebut. Individu/kumpulan individu harus terlibat dalam proses inovasi, adaptasi, pembelajaran yang terus menerus bertindak tanpa menghiraukan berbagai hambatan atau keterbatasan yang dihadapinya dan memiliki akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan hasil yang dicapainya.

Kopi Menoreh. Digiling bukan disobek. Mengolah kopi produksi kebun, menjual produk jadi bukan produk mentah akan memberi nilai tambah ekonomi petani dan artisan lokal.
  • Inovasi diperlukan karena perasaan tidak puas terhadap kondisi dan situasi yang ada serta adanya peluang untuk memperbaiki keadaan yang ada,
  • inovasi harus dijadikan sebagai suatu alat dan bukan suatu tujuan, tujuan dari suatu inovasi adalah perubahan atau perbaikan dari kondisi yang ada menjadi lebih baik
  • Inovasi sosial terkait dengan peningkatan hubungan sosial dan peningkatan kesejahteraan
  • Apa yang diperlukan: rumah sebagai warung, outlet, training, internet dan computer, lahan pekarangan, lahan kebun
  • Bisnis/usaha: sandang-pangan-papan….low carbon footprint
  • Menciptakan kesempatan kerja
  • Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang dibutuhkan masyarakat.
  • Membangun nilai saling pengertian (shared value), kepercayaan (trust) dan budaya kerjasama (a culture of cooperation)

Dengan berasumsi kita punya niat baik, kitalah yang akan menjadi elit ekonomi desa.

Beras putih dicampur sedikit beras hitam akan menghasilkan nasi ungu.

Merancang Model Bisnis

Osterwalder & Pigneur (2010) mendefinisikan model bisnis sebagai gambaran dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan dan memberikan nilai. Model bisnis memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang. Model bisnis dan bentuk organisasi sangat berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Model bisnis diyakini dapat dijelaskan dengan sangat baik melalui sembilan blok bangunan dasar yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang.

Gambar 1. Model Bisnis Kanvas

Kesembilan blok tersebut adalah:

  1. Customer Segments (Segmen Pelanggan). Menggambarkan sekelompok orang atau organisasi berbeda yang ingin dijangkau atau dilayani oleh perusahaan.
  2. Value Propositions (Proporsi Nilai). Menggambarkan gabungan antara produk dan layanan yang menciptakan nilai untuk pelanggan spesifik.
  3. Channels (Saluran). Menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggannya dan menjangkau mereka untuk memberikan proporsi nilai.
  4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan). Menggambarkan berbagai jenis hubungan yang dibangun perusahaan bersama segmen pelanggan yang spesifik.
  5. Revenue Streams (Arus Pendapatan). Menggambarkan uang tunai yang diahasilkan perusahaan dari masing-masing segmen pelanggan.
  6. Key Resources (Sumber Daya Utama). Menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan agar sebuah model bisnis dapat berfungsi.
  7. Key Activities (Aktivitas Kunci). Menggambarkan hal-hal terpenting yang harus dilakukan agar model bisnisnya dapat bekerja.
  8. Key Partnerships (Kemitraan Utama). Menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis dapat bekerja
  9. Cost Structure (Struktur Biaya). Menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan model bisnis.

(Osterwalder & Pigneur, 2010) memvisualisasikan kesembilan blok bangunan model bisnis menjadi Kanvas Model Bisnis (KMB). KMB adalah bahasa yang sama untuk memvisualisasikan, menilai, dan mengubah model bisnis (Gambar 1).

One Reply to “Among Rasa Menoreh (AMR) Kulon Progo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *