Nasi Wiwit Martani

Nasi Wiwit

Masyarakat di sekitaran Prambanan, tempat Warung Martani di Dusun Tulung, Desa Taman Martani, Kalasan Jogja, nasi wiwit biasa dinikmati pagi hari untuk sarapan. Seorang ibu bakul bersebeda keliling, masuk-masuk diantara gang jalan kecil diantara rumah-rumah, akan berteriak memanggil para pelanggannya, nasi wiwit gudangan buuuuuuuuuu…….

Harga per bungkus seribu rupiah. Seperti nasi kucing lah ukurannya. Udah lengkap paket nasi wiwit ini. Ada nasi dan sayuran mentah yg dipotong-potong kecil. Bungkus daun pisang menambah rasa enak nasi wiwit. Dan ramah lingkungan karena pembungkusnya mudah diurai tanah.

Nasi wiwit juga bisa didapatkan di Pasar Tulung, sebuah pasar dusun dimana ibu-ibu memenuhi kebutuhan hariannya. Biasanya si penjual nasi wiwit juga menjual nasi gudangan. Bedanya, nasi wiwit tuh sayurannya mentahan, sedangkan nasi gudangan menggunakan sayuran yg direbus. Bumbunya sih sama urab parutan kelapa muda.

Kami menyukai sarapan nasi wiwit bungkus nasi kucing seribu per bungkus atau yg beli ngecer tiga ribu per porsi. Pas untuk sarapan pagi, tidak terlalu berat walau itu suguhan nasi putih. Potongan sayuran mentah, kelapa muda dan sambal kedelai (sambal gepeng istilah beberapa orang) menjadi pelengkap yg jossss. Semriwing daun jeruk dan kencur yg bikin khas banget nih sego wiwit.

Kalau mau cari nasi wiwit siang hari, nah. Nasi wiwit dihidangkan di rumah makan dan restoran dengan harga yg berbeda tentunya dengan harga di Pasar Tulung. Kalau mau hunting kuliner memang harus berani blusukan ke pasar-pasar tradisional yg kebanyakan beroperasi pagi hari (gak berlaku untuk orang malas bangun pagi haha). Ada beberapa rumah makan sekitaran Candi Prambanan yg menyediakan menu nasi wiwit. Limasan Martani salah-satunya.

Nasi Wiwit Martani

Di Limasan dan Warung Martani kami menyediakan nasi wiwit jika ada pesanan dari rombongan turis atau kelompok tetamu yg merindukan menikmati makanan memorinya di rumah kayu bergaya jawa limasan. Tidak menggunakan MSG tentunya.

Menggunakan beras sehat tanpa pestisida, nasi hitam, merah, coklat atau putih tergantung selera dan pesanan. Kenikir, kacang panjang, cabe, kencur, kelapa kami dapatkan dari petani sekitaran. From garden to the table perlahan kami cobakan di Warung Martani.

Ayam goreng kalasan, tahu tempe bacem, kerupuk, sambal menjadi pelengkap nasi wiwit. Kami menggunakan ayam organik untuk hidangan tetamu Limasan Martani. Pinarak.

Nasi wiwit menjadi salah-satu menu jualan kami di Pasar Sehat Jogja atau pameran yg biasanya kami ikuti. Kami memodifikasi warna nasi menjadi biru bunga telang. Pengunjung pameran berbondong membeli nasi kucing (nasi dalam ukuran kecil dibungkus daun pisang) untuk menghilangkan rasa laparnya. Sangat khas Jogja, nasi kucing, memastikan semua mendapat asupan nutrisi baik.

Resep Nasi Wiwit

Bahan:

  • Sayuran: kenikir, kacang panjang, kubis. Potong kecil tipis. Memastikan agar sayuran mentahan tercampur merata dengan bumbu tabur.
  • Parutan kelapa muda.
  • Bumbu haluskan: garam, gula, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk.
  • Sambal kedelai goreng. Haluskan kedelai goreng, tambahkan garam, gula, cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk.
  • Campurkan parutan kelapa bubu urab dengan sayuran mentahan. Taburi sambal kedelai goreng.

Murah dan sehat kita punya!

Kontak Yusup 0813.1780.5953 untuk membuat reservasi Warung Martani.

Alamat Limasan Martani: Dusun Tulung RT 1 RW 1, Desa Taman Martani, Kalasan.

#martani #berasehat #berasehatuntuksemua #warungmartani #indonesiaharusayangpetani #panganlokal #pangansehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *