Limasan Martani = Butik Resto

Seorang teman menjuluki limasan tempat workshop kami sebagai butik resto. Wah rasanya terlalu mewah istilah itu. Suguhan yg kami hidangkan adalah jajanan lokal, istilahnya. Bukan five star service. Para tetamu datang karena mereka ingin mencicipi masakan lokal yg berbahan dasar sayuran petani sekitaran. Plus cerita dibalik hadirnya makanan sampai tiba di meja.
Paling banyak tetamu yg pernah datang adalah berjumlah 15 orang. Tidak ada promosi khusus. Lewat sosmed saja dan rekomendasi kawannya kawan.
Mie sayur sambal matah kami sajikan sebagai appetizer. Mie sayur terbuat dari tepung mokaf dan terigu. Sambal matah adalah potongan cabe, tomat, bawang putih, bawang merah, bawang daun yg dicampur dengan minyak kelapa.
Sayur asem, tempe tahu mendoan. Plecing dan pecel sebagai pelengkap. Seblak krokot pilihan lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *